Warung Makan Gratis di Karanganyar Sediakan Lebih dari 100 Porsi per Hari

Ada enam macam sayur dan lauk yang disediakan oleh pengelola warung.
Wahyu Prakoso
Wahyu Prakoso - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  10:01 WIB
Warung Makan Gratis di Karanganyar Sediakan Lebih dari 100 Porsi per Hari
Warga sekitar Jaten mengunjungi warung makan gratis, Jaten Bebas Lapar, Selasa (19/2). Warung makan yang menyediakan lebih dari 100 porsi per hari tersebut terbuka untuk semua kalangan masyarakat. - JIBI/Solopos/Wahyu Prakoso

Bisnis.com, KARANGANYAR – Warung makan gratis Jaten Bebas Lapar di Jl. Bromo RT 001 RW 020 Josroyo, Desa Jaten, Kecamatan Jaten sedang viral di media sosial akhir-akhir ini, Selasa (19/2). Warung makan ini menyediakan masakan rumahan lebih dari 100 porsi per hari.

Berdasarkan pantauan JIBI, pukul 16.00 WIB, Selasa (19/2/2019). Warung makan tersebut dipenuhi belasan pengunjung. Usia muda hingga tua berkumpul di warung tersebut. Pengunjung dapat mengambil makanan secara prasmanan. Ada enam macam sayur dan lauk yang disediakan oleh pengelola warung.

Salah satu inisiator Jaten Bebas Lapar, Sukatno, mengatakan setiap hari menyediakan minimal tiga variasi sayur dan lauk. Dia mengatakan, sejak di buka pada Kamis (14/2). Setiap hari jumlah pengunjung mengalami kenaikan.

“Awalnya kami hanya menyediakan 50 porsi, sampai saat ini pelaksanannya lebih dari 100 porsi per hari. Asumsi kami, tiap porsi Rp6.000, minimal kami membutuhkan dana Rp600.000, per hari,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) saat ditemui di garasinya.

Sukatno menjelaskan, Jaten Bebas Lapar buka setiap hari, kecuali Minggu dan hari besar. Warung yang bertempat di garasi tersebut buka mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Alasannya karena kami tidak ingin sedekah kami malah mematikan usaha kuliner di sekitar. Jadi kami menghindari jam makan siang dan makan malam. Selain menyediakan makanan gratis. Kami juga memberdayakan usaha kuliner tersebut dengan membeli makanan yang mereka jual,” ujarnya.

Sukatno menjelaskan, pihaknya membuka untuk menerima donasi melalui rekening atau dititipkan kepada pengurus. Dia mengaku, tidak menyediakan kotak amal karena akan memberikan kesan “sungkan” kepada pengunjung yang tidak ingin memberikan donasi.

“Orang boleh sedekah uang di sini. Yang bisa masak, boleh kasih masakan atau sayur ke sini. Yang punya tenaga boleh bantu masak di sini. Yang ingin makan, silahkan siapa saja boleh ke sini, kita membuka untuk semua kalangan,” ujarnya saat ditemui di garasinya.

Ia berharap, gerakan tersebut dapat menjadi inspirasi banyak orang. Dan, dapat membantu orang-orang sekitar yang ekonominya kurang baik. Sukatno percaya, dengan sedekah akan membuka pintu rejeki.

Salah satu pengunjung, Alfito Farid Agil, 17, mengaku baru pertama kali makan di warung tersebut. Warga Jaten tersebut akan mengajak teman-temannya mencicipi masakan Jaten Bebas Lapar.

“Masakannya enak, seperti warung-warung lainnya. Gerakan ini harus terus dilanjutkan, kan di luar sana masih banyak orang yang tidak mampu. Kalau mau makan datang ke sini aja tidak apa-apa. Besok kalau ada waktu saya akan mampir lagi, saya selalu pulang sekolah sore, lewat jalan ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unik, Features

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top