FEATURES : Jam Gojek Tak Biasa, Imam Hadapi Beragam Kejutan

Imam memilih jam kerja tak biasa saat menjadi driver Gojek. Risikonya, ia kerap menemui hal tak biasa, mulai menolong persalinan hingga mengantar jenazah.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  05:40 WIB
FEATURES : Jam Gojek Tak Biasa, Imam Hadapi Beragam Kejutan
Dari kiri Sandy Eko Prasetyo dan Imam Suachadij berbincang dengan Head of Corporate Affairs Go-jek untuk wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, Alfianto Domy Aji. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG - Suami yang baru kali pertama menghadapi istri melahirkan, akan menjadi momok tersendiri. Hal itu menjadi pengalaman baru bagi suami karena akan ada hal-hal yang tak terlupakan selama proses menemani istri melahirkan.

Hal itu pula yang dialami Sandy Eko Prasetyo (33) warga Jalan Cemara I Kav. 12, Banyumanik. Sejak pukul 02.00 WIB istrinya, Febriana Kristiningrum (28) sudah mengalami kontraksi.

"Istri saya sudah mengeluh mulas sejak pukul 02.00 WIB Saya pun membawa istri saya ke Klinik Pratama yang berjarak sekitar 30 m dari rumah. Sampai di sana, ternyata bidan sakit. Saya pun langsung inisiatif membawa istri ke bidan terdekat di Damarjaya. Setelah sampai di sana, ternyata jam praktik hanya sampai pukul 21.00 WIB," ujar Sandy Rabu (20/2/2019).

Saat itu, lanjut dia, istrinya sudah mengalami pembukaan sehingga tidak sanggup berjalan. Ia pun berinisiatif memesan Gocar dari aplikasi Go-Jek.

"Istri saya sudah nggak sanggup naik motor. Akhirnya tiduran di pinggir jalan sambil menunggu Gocar datang. Nggak lama, sekitar lima menit, mobil datang. Saat itu Pak Imam Suachadij," jelasnya.

Dia merasa beruntung mendapatkan driver tersebut. Pasalnya, karena kebaikan dari driver, istrinya berhasil melahirkan dengan selamat. Awalnya, ia memesan dengan rute menuju RS Banyumanik, tetapi karena keadaan sudah darurat dan tidak ingin mengambil risiko lagi, ia pun meminta driver untuk berputar arah menuju RS Hermina Banyumanik.

"Saat perjalanan menuju rumah sakit, saya tertinggal jauh dari mobil pak Imam. Baru bertemu di rumah sakit. Itu pun istri saya sudah ditangani dan menuju IGD. Mobil Pak Imam kondisi sudah kotor dan bau, saat itu saya fokus menemani istri saya dulu di IGD dan meminta Pak Imam menunggu di luar karena saya juga ingin membantu membersihkan mobilnya. Tapi ketika saya kembali ke luar, Pak Imam sudah tidak ada. Lalu paginya saya unggah kisah saya di Facebook MIK Semar," jelasnya.

Semetara itu, driver Gojek yang membantu persalinan tersebut, Imam Suachadij (50), tidak menyangka yang dilakukannya menjadi viral di media sosial.

"Jam kerja saya memang berbeda dengan driver-driver lain. Saya mulai bekerja pukul 00.00 WIB karena jalan lancar jadi bisa lebih menghemat BBM. Nah, saat itu, saya sedang kumpul bersama komunitas di daerah Tusam. Sekitar pukul 04.00 WIB ada orderan masuk, karena darurat akan mengantar ke rumah sakit saya pun bergegas menuju ke lokasi," paparnya.

Setelah sampai di lokasi, lanjut dia, dia melihat istri dari Sandy sudah tiduran di samping motor di pinggir jalan. Ia pun memutar mobil dan bergegas membantu Sandy membopong istrinya ke dalam mobil.

"Kebetulan saya hafal jalan, jadi saya ambil jalan pintas agar cepat sampai tujuan. Di jalan itu istri Mas Sandy sudah teriak-teriak kesakitan. Saya cuma bisa bilang, 'sebentar lagi sampai, Mbak. Tenang, atur nafas'. Padahal lokasi masih cukup jauh," kata dia.

Setelah sampai, ia pun bergegas meminta pihak rumah sakit untuk segera menangani. Ia mengaku, melihat air ketuban Febriana pecah. Setelah mendapat pertolongan, ia tak memikirkan tentang biaya antar Gocar. Ia pun membersihkan mobilnya sendiri dan menyelesaikan orderan.

"Setelah itu, saya selesaikan orderan dan membersihkan mobil. Tak lama ada orderan lagi yang masuk, rutenya cukup jauh ke daerah Ngaliyan. Saya langsung tancap gas untuk pick up penumpang," terangnya.

Ia mengaku, jam kerjanya yang berbeda dengan driver lain seringkali membuatnya berhadapan dengan hal-hal darurat. Tak hanya membantu persalinan, ia juga pernah diminta mengantar jenazah.

"Saya ikhlas menolong dan tidak suka membaginya di media sosial," tegasnya.
Adapun sejak kejadian tersebut, Sandy dan Imam baru dipertemukan kembali kali pertama oleh pihak Go-Jek.

Pertemuan itu terjadi di Warung Penang Jalan Singosari Raya No 71, Pleburan, Semarang Selatan, Rabu (20/2/2019).

Head of Corporate Affairs Go-jek untuk wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, Alfianto Domy Aji, merasa bangga akan hal tersebut.

Pasalnya, banyak mitra driver GoJek yang memiliki rasa sosial tinggi.

"Khusus untuk Pak Imam, kami memberikan apresiasi berupa langganan program Go-Jek Swadaya, yakni asuransi Pasarpolis dan asuransi kesehatan Allianz selama dua tahun. Harapan kami, apresiasi ini memberikan tambahan semangat bagi Pak Imam untuk terus bekerja dengan tulus, menjadi driver Go-Jek handal yang membantu sesama dan selalu memberikan pelayanan terbaiknya," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unik, Gojek, Features

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top