Menikmati Sajian Khas Bubur India Asli Masjid Pekojan Semarang

Salah-satu kuliner khas yang selalu tersaji di tiap bulan Ramadan sebagai menu untuk berbuka puasa di Kota Semarang yaitu berupa bubur india. Bubur India ini memang unik, dibandingkan dengan layaknya bubur biasanya
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  20:39 WIB
Menikmati Sajian Khas Bubur India Asli Masjid Pekojan Semarang
Para jamaah Masjid Pekojan Semarang bersiap menyantap bubur india - Alif

Bisnis.com, SEMARANG - Salah-satu kuliner khas yang selalu tersaji di tiap bulan Ramadan sebagai menu untuk berbuka puasa di Kota Semarang yaitu berupa bubur india. Bubur India ini memang unik, dibandingkan dengan layaknya bubur biasanya. 

Selain namanya yang ada embel-embel India, kuliner tersebut merupakan tradisi turun -temurun generasi sebelumnya yang disiapkan di Masjid Pekojan, Purwodinatan, Semarang.

Masjid yang beralamat di jalan Pekojan no 1 Semarang, berada tidak jauh dari kawasan Pecinan Semarang, yang juga banyak warga keturunan oleh pedagang yang berasal dari Arab dan Gujarat,  India. Dan sekarang jadi menetap dan tinggal lama di kawasan tersebut. 

Kuliner legendaris yang sudah berumur sekitar seabad ini, memang dibawa oleh tradisi para pedagang dari Gujarat, India yang membuat hidangan bubur, sehingga bubur ini dikenal dengan nama bubur india sampai sekarang. 

Tradisi dengan sajian bubur india di masjid itu seperti tak lekang oleh waktu hingga saat ini terus bertahan. Sedangkan pembuat atau peracik bubur india juga diturunkan yang saat ini sampai generasi keempat. 

Salah-satu pembuat bubur khas ini, Ali Baharun (61) mengatakan, tradisi membuat bubur india ini sejak berdirinya masjid, sekitar satu setengah abad yang lalu. Jadi tradisi menyajikan bubur untuk jamaah dan warga sekitar masih bertahan sampai sekarang. 

"Sekali masak sampai 20 kg beras perhari,  lalu ditambah sayur lodeh,  telur,  jipang,  dan kadang ada gule. Sedangkan rempah, macam-macam, ada kayu manis, jahe, laos dan serai.  Ini semua sumbangan dari masyarakat, kita hanya melayani dengan membuatnya, "katanya, Rabu (8/5/2019) malam. 

Untuk pembuatan dan mempersiapkan bubur india,  dia dibantu beberapa warga sekitar. Saat ini, masjid mampu menyiapkan 150-200 porsi tiap harinya.  Pihaknya juga memberikan bagi warga yang ingin minta bubur dengan membawa tempat sendiri.  

"Untuk proses memasaknya di area  masjid. Dimulai dari habis Dzuhur,  hingga sore. Lalu, disiapkan di teras masjid dengan buah semangka untuk berbuka jamaah," tambahnya.

Salah-satu jamaah Pras,  mengakui penasaran dengan kuliner khas bubur india di Masjid Pekojan ini sehingga dirinya setiap kali Ramadhan menyempatkan untuk berbuka di masjid tersebut.

Bubur tersebut berbeda dengan bubur biasanya, ada sayurnya, dan buah semangka juga. "Rasanya juga enak, dan sedap. Selain itu bisa membuat kenyang untuk sekadar membatalkan puasa," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang, buka puasa

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top