8 Teroris Ditangkap di Jateng, Seorang Sekampung dengan Wali Kota Semarang

Penangkapan Taufik jelas mengejutkan keluarganya.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  07:26 WIB
8 Teroris Ditangkap di Jateng, Seorang Sekampung dengan Wali Kota Semarang
Rumah terduga teroris di Jl. Lempongsari II, Kota Semarang, tampak tertutup rapat setelah didatangi Densus 88 Antiteror, Selasa (14/5/2019). - JIBI/Imam Yuda S.

Bisnis.com, SEMARANG – Salah satu dari sekian banyak terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror di Jawa Tengah (Jateng), ternyata warga Kota Semarang.

Dia adalah Taufik Teguh Prasetyo, 45, warga Jl. Lempongsari II No. 516, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur.

Taufik diciduk Densus 88 saat hendak membeli obat di apotek di Jl. Veteran No. 28, Kota Semarang, Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 03.30 WIB.

Penangkapan Taufik jelas mengejutkan keluarganya. Tak ada yang menyangka jika pria yang bekerja sebagai guru beladiri di SDIT Hidayatullah itu bakal terlibat kasus terorisme yang ditangani Pasukan Burung Hantu, julukan Densus 88.

Salah seorang keponakan terduga teroris, Firma, 36, mengaku keluarga sempat syok mendengar kabar ditangkapnya Taufik. Saat awak media massa, termasuk JIBI mengunjungi kediamannya, Selasa malam, Firma, bahkan masih menunjukkan wajah penuh ketegangan.

“Enggak ada yang tahu penangkapannya. Sebelumnya, om Taufik memang pergi untuk beli obat buat istrinya. Tapi, enggak pulang-pulang kita jadi khawatir. Tiba-tiba, pas siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB, ada sekumpulan orang yang datang dengan mengendarai Toyota Innova baru dikasih tahu kalau om Taufik ditangkap,” cerita Fima.

Fima menuturkan sekelompok orang yang diduga anggota Densus 88 itu lantas menemui istri Taufik, Retno Winarsih, 45. Istri Taufik lah yang memberitahunya jika pamannya itu diamankan Densus 88.

“Kita semua kaget. Kita enggak menyangka om Taufik terlibat dengan hal-hal seperti itu,” kata Firma.

Firma mengaku Taufik sehari-hari tergolong orang yang aktif bersosialisasi dengan warga sekitar. Taufik bahkan saat ini masih menjabat sebagai Ketua RT 003/RW 001, Kelurahan Lempongsari.

Selain itu, Taufik juga dikenal sebagai orang yang taat beragama dan menjadi guru mengaji. Ia bahkan seringkali memberikan tausiah di masjid yang dekat dengan kediaman pribadi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Rumah terduga teroris tersebut memang masih satu kelurahan dengan tempat tinggal wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

“Selama ini, paman saya memang enggak neko-neko. Kita tahu dia pelatih beladiri juga dari Densus. Selama ini, kita tahunya beliau berprofesi sebagai penjahit. Biasanya menerima orderan seragam sekolah,” ujar perempuan yang rumahnya berada pas di depan terduga teroris.

Firma mengaku pasrah dengan kasus yang menimpa pamannya itu. Ia pun menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Pastinya kita enggak percaya kalau om Taufik itu teroris. Dia itu orang yang baik. Bahkan jadi tempat curhat keluarga, termasuk saya,” imbuh Firma.

Senada juga diungkapkan Puguh. Pria yang rumahnya berjarak sekitar 10 meter dari rumah terduga teroris itu mengaku kaget mendengar adanya penangkapan dari Densus 88.

“Saya juga heran, kalau sehari-hari si dia [Taufik] biasa saja. Dia asli warga sini, jadi semua orang tahu perangainya,” ujar Puguh.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko A. Dahniel, membenarkan adanya penegakan hukum kasus terorisme yang dilakukan Densus 88 di wilayahnya. Rycko bahkan menyatakan ada 8 terduga teroris yang saat ini sudah diamankan Densus 88 di Jateng.

“Yang paling banyak di Magelang. Tapi, ini masih terus dikembangkan. Bisa jadi jumlahnya nanti bertambah,” ujar Rycko di Mapolda Jateng, Selasa petang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top