Jateng Dorong Nelayan Tradisional Pakai Teknologi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginginkan nelayan tradisional menggunakan teknologi ketika mencari ikan, sehingga memiliki kepastian mendapatkan ikan ketika melaut.
Yudi Supriyanto | 15 Mei 2019 16:41 WIB
Nelayan tradisional - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginginkan nelayan tradisional menggunakan teknologi ketika mencari ikan, sehingga memiliki kepastian mendapatkan ikan ketika melaut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, saat ini sudah terdapat alat yang dapat digunakan untuk melihat lokasi ikan berada bernama Fishfinder, sehingga nelayan dapat langsung menuju ke lokasi tersebut dan tidak perlu berputar-putar mencari ikan.

“Dengan kemajuan teknologi saat ini, nelayan tidak perlu susah mencari ikan di lautan, karena pencarian ikan dapat dilakukan dengan perlatan yang canggih,” kata Ganjar dalam siaran pers, Rabu (15/5/2019).

Dia menjelaskan, ikan-ikan yang berada di lautan dapat terpantau dari keberadaan plankton melalui satelit. Keberadaan ikan-ikan tersebut, tambahnya, dapat dikirimkan ke para nelayan melalui gawai yang dimiliki oleh nelayan.

Dengan mengetahui titik tersebut melalui satelit, lanjutnya, nelayan sudah memiliki kepastian tujuan yang ada ikannya ketika melaut. Kondisi ini diharapkan membuat nelayan memperoleh hasil melaut yang memuaskan.

"Jadi tidak perlu lagi muter-muter nyari ikan, langsung ke lokasi, tebar jaring dan bawa pulang ikan. Sudah saatnya nelayan Jateng naik kelas, tidak cukup menjadi nelayan tradisional,” tambahnya.

Masih dalam siaran pers yang sama, Kepala DKP Provinsi Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, pemberian teknologi kepada para nelayan di Jawa Tengah sudah dilakukan.

Sejumlah nelayan sudah diberikan bantuan alat deteksi ikan untuk memudahkan mereka dalam menangkap ikan di lautan. “2019 ini, kami memiliki program pemberian bantuan 12 unit GPS Fisfinder kepada para nelayan Jawa Tengah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pada tahun ini juga pihaknya menargetkan dapat meng-update fungsi kartu nelayan sehingga berfungsi sebagai identitas, untuk pengurusan perizinan, asuransi, dan juga subsidi bahan bakar minyak.

“Jadi, dengan kartu itu, nelayan akan dilayani dengan mudah, murah dan cepat," ucapnya.

Dia menuturkan, alat guna meng-update kartu nelayan tersebut sedang dipersiapkan, dan pihaknya optimistis akan dapat meluncurkan kartu nelayan versi terbaru tersebut pada tahun ini.

Menurut data terbaru, masih dalam siaran pers yang sama, Jawa Tengah memiliki sekitar 171.000 nelayan yang tersebar di seluruh pantai baik pantai utara maupun pantai selatan. 

Para nelayan menggunakan alat tangkap dengan total kapal nelayan di Jawa Tengah sebanyak 4.952 kapal. "Produksi perikanan tangkap kita berada di 446.000 ton pertahun, sementara dari produksi hasil perikanan budidaya kita mencapai 510.000 ton pertahun,” katanya. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, nelayan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup