Inflasi Jateng Diproyeksi di Bawah 0,7 Persen pada Mei 2019

Harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Tengah diklaim sudah mengalami penurunan, terutama bawang putih.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  14:21 WIB
Inflasi Jateng Diproyeksi di Bawah 0,7 Persen pada Mei 2019
Pekerja menata tumpukan bawang putih saat operasi pasar bawang putih di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/6). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, SEMARANG — Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah memperkirakan inflasi yang terjadi di provinsi itu pada Mei 2019 tidak melebihi 0,7 persen, seiring turunnya harga-harga komoditas utama penyumbang inflasi.
 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) Soekowardojo mengungkapkan pihaknya memprediksi inflasi berada di kisaran 0,4—0,5 persen pada Mei 2019 dan berharap inflasi akan berada di bawah 0,3 persen pada Juni 2019, mengingat masa puncak telah lewat.
 
“Kemungkinan tidak sampai 0,7 persen, perkiraan kami. Karena kita lihat harga-harga turun, pasokan ada, bawang putih tadi kita lihat [di Pasar Johar] ada 80 ton lebih. Jadi, [bawang putih] kating dan sin chung harganya sudah jauh lebih rendah,” paparnya di Semarang, Kamis (23/5/2019).
 
Saat ini, lanjut Soekowardojo, yang perlu menjadi perhatian adalah ketersediaan pasokan komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran tiba. Dengan melihat kondisi yang ada seperti cuaca, alur distribusi, dan sebagainya, dia menuturkan seharusnya ketersediaan komoditas-komoditas utama yang diperlukan akan aman hingga Idulfitri, yang hanya menyisakan waktu sekitar 10 hari lagi.
 
“Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama kami pantau dan itu sudah turun,” ujar Soekowardojo.
 
Saat ini, beberapa komoditas yang menjadi pantauan BI menjelang Lebaran adalah bawang merah, bawang putih, telur ayam, ayam ras, dan daging sapi.

Harga ayam ras di Pasar Johar disebut hanya naik Rp2.000, dari Rp30.000 per kilogram (kg) menjadi Rp32.000 per kg. Adapun daging sapi yang semula seharga Rp110.000 per kg, naik menjadi Rp115.000 per kg.
 
Mendekati Lebaran, harga daging sapi dan ayam ras masing-masing diharapkan tak lebih dari Rp115.000 per kg dan Rp35.000 per kg.
 
“Mudah-mudahan harga Lebaran terkendali. Naik sedikit oke karena demand [sedang] banyak,” ucap Soekowardojo.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, pada April 2019, inflasi provinsi tersebut mencapai 0,45 persen.
 
Penyebab utama inflasi antara lain kenaikan harga bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, angkutan udara, dan apel. Adapun yang menjadi penahan laju inflasi pada bulan keempat tahun ini antara lain penurunan harga beras, tarif listrik, pisang, cabai rawit, dan jeruk.
 
Masih dalam data BPS, Kota Surakarta merupakan daerah dengan inflasi tertinggi, yaitu 0,68 persen. Diikuti oleh Semarang 0,47 persen, Tegal 0,46 persen, dan Cilacap 0,26 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, jateng

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top