Tryout CPNS Gratis, BKN Imbau Tetap Waspada

Media sosial sedang dihebohkan dengan Tryout CPNS Nasional Gratis yang diunggah oleh salah satu pengguna Instagram.
Egitya Eryaningwidhi & Abdul Hamid Razak
Egitya Eryaningwidhi & Abdul Hamid Razak - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  11:52 WIB
Tryout CPNS Gratis, BKN Imbau Tetap Waspada
Puluhan peserta seleksi CPNS. - Antara/Adwit B Pramono

Bisnis.com, SOLO – Media sosial sedang dihebohkan dengan Tryout CPNS Nasional Gratis yang diunggah oleh salah satu pengguna Instagram. Dalam foto berisi ajakan itu mengundang sedikitnya 538.000 like dan 997.000 komentar.

Tryout yang akan dilaksanakan hari Sabtu, (28/6/2019) ini dibagikan oleh pelajar Indonesia ke berbagai grup dan snapgram [fitur cerita dari Instagram untuk mengabadikan foto atau video berdurasi maksimal 10 detik].

Menggunakan data pribadi sebagai pendaftaran, membuat sebagian pelajar waswas jika datanya akan disalahgunakan. Namun sebagian lainnya tetap berpikir positif jika data ini akan digunakan sebagai rangking skala nasional. Pro dan kontra di kalangan pelajar itu, lantas mengundang Badan Kepegawaian Negara (BKN) angkat bicara.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan dalam akun Twitternya, @BKNgoid, Selasa (25/6/2019), mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku mengetahui soal CPNS dan menggelar simulasi atau tryout dengan BKN. Karena apabila ada simulasi CAT, BKN akan memberikan info melalui situs dan media sosial resmi.

Sementara itu, Pemda DIY mengajukan 1.700 formasi untuk lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini. Usulan yang disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Kepala BKD DIY, Agus Supriyanto menjelaskan meskipun usulan untuk CPNS tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu namun jumlah formasi yang diusulkan jauh lebih banyak. Mulai administrasi, guru, paramedis, dan fungsional lainnya.

"Kalau tahun lalu paling banyak guru. Tahun ini yang diusulkan, formasinya lebih banyak," katanya, Rabu (12/6/2019).

Banyaknya formasi yang diajukan tahun ini, kata Agus, dikarenakan jumlah pensiun (PNS) setiap tahun bertambah. Bahkan hingga 2020, pegawai Pemda DIY yang akan pensiun mencapai 5.000 orang.

"Masalah nanti dikasih seratus dua ratus, tergantung Pusat. Sepeti tahun lalu, kami ajukan 1.700 formasi yang dikasih hanya 766 saja. Gak masalah," kata Agus.

Dijelaskan dia, kekurangan PNS di seluruh instansi terjadi secara merata. Untuk mengatasi kekurangan itu pihaknya selama ini memaksimalkan tenaga yang ada dengan memberikan pendidikan pelatihan agar mampu mengerjakan kompetensi yang lain.

Sampai saat ini, kata Agus pihaknya belum mendapatkan surat secara resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) terkait lowongan CPNS 2019. Jika betul Lowongan CPNS dibuka tahun ini, dia berharap usulan kebutuhan PNS di Pemda DIY dapat dipenuhi.

"Kami sudah usulkan sejak Januari lalu. Informasinya, tahap pertama dibuka pendaftaran untuk PPPK itu sekitar Juli nanti, dan untuk CPNS sekitar Oktober," jelasnya.

Sekadar diketahui, Februari 2019 lalu Pemerintah Pusat membuka pendaftaran untuk PPPK tahap pertama. Adapun ujian dilaksanakan rencananya akhir Februari. Pendaftar yang diperbolehkan adalah K2 yang menjabat fungsional. Adapun jabatan non fungsional seperti administrasi, driver dan lainnya tidak bisa mengikuti seleksi tersebut.

Kabid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Poniran mengatakan dari 88 formasi yang ditawarkan saat itu, hanya 72 orang honorer K2 yang mendaftar. Dari 86 formasi untuk guru hanya 55 orang yang mendaftar. Adapun untuk formasi penyuluh pertanian jumlah pendaftarnya 16 orang dan tenaga kesehatan hanya diminati oleh satu orang pelamar.

"Ya kami memproses berapapun yang mendaftar. Sebabnya, yang bisa ikut seleksi P3K hanya honorer K2 yang datanya sudah ada di BKN," katanya kepada JIBI.

Sayangnya, hingga selesai pelaksanaan seleksi CAT untuk PPPK DIY hingga kini belum ada kejelasan lulus tidaknya peserta PPPK sebagai CPNS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpns

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top