Menpora Ingin Jateng Selenggarakan Tour de Dieng

Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) bermimpi Jawa Tengah mampu menyelenggarakan event balap sepeda berskala internasional, yakni Tour de Dieng.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  19:20 WIB
Menpora Ingin Jateng Selenggarakan Tour de Dieng
Ilustrasi Tour de Lombok Mandalika - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, SEMARANG—Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) bermimpi Jawa Tengah mampu menyelenggarakan event balap sepeda berskala internasional, yakni Tour de Dieng.

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan, Jateng sebelumnya sudah terkenal dengan acara olah raga berskala internasional Borobudur Marathon.

Ke depannya, Kemenpora akan mendorong penyelenggaraan balap sepeda Tour de Dieng, seperti acara sudah berjalan seperti Tour de Singkarak di Sumatera Barat, dan Tour de Banyuwangi Ijen.

“Saya ingin ada Tour de Dieng di Wonosobo ke depannya. Harus ada itu, karena sangat bagus potensinya,” tuturnya kepada Bisnis di sela acara pembukaan Asean Schools Games (ASG) 2019 di Semarang, Kamis (18/7/2019).

Jawa Tengah memiliki banyak destinasi potensial untuk agenda olah raga, bahkan yang berskala internasional. Kondisi alam dan cagar budaya yang ada mendukung pengembangan wisata olah raga.

Selain itu, pimpinan daerah seperti gubernur dan wali kota pun menyadari dampak positif penyelenggaraan wisata olah raga kepada masyarakat serta perekonomian daerah.

“Jawa Tengah memiliki banyak tempat destinasi potensial, kondisi alamnya indah, sehingga cocok untuk event olah raga internasional. Ini juga akan mendorong investasi,” imbuhnya.

Gelaran ASG ke-11 di Semarang yang berlangsung 18—24 Juli 2019 diikuti perwakilan 10 negara di Asia Tenggara, dan Mongolia sebagai tamu. Ada 9 cabang olah raga yang dipertandingkan, yakni renang, atletik, bulu tangkis, bola basket, bola voli, sepak takraw, tenis meha, dan pencak silat.

Semarang memang tengah menggiatkan acara olah raga. Sebelumnya, pada 13—14 Juli 2019, Ibu Kota Jateng ini menjadi tuan rumah kejuaraan dunia Motocross MXGP 2019, yang diikuti 41 pebalap dari 18 negara.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Yuni Poerwanti mengatakan, selain acara olah raga sebagai sajian utama, kemeriahan agenda internasional seperti ASG 2019 juga didukung oleh pameran produk khas daerah.

Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, agar setiap kegiatan besar harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dampak positifnya terasa.

“Jadi, event olah raga ini juga menjadi industri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, acara olah raga berskala internasional dapat merajut hubungan persaudaraan bilateral antar negara. Secara otomatis hal tersebut juga dapat menarik minat pengunjung ke daerah yang menjadi tempat penyelenggara, yakni Semarang khususnya, dan Jateng umumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menpora, dieng, balap sepeda

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top