Proyek Tol Bakal Pacu Investasi di DIY

Investasi infrastruktur yang ada di wilayah DIY diperkirakan lebih dari Rp30 triliun  dalam lima tahun ke depan.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  13:52 WIB
Proyek Tol Bakal Pacu Investasi di DIY
Turis asal China mengunjungi Yogyakarta. Proyek infrastruktur di DIY diyakini meningkatkan akses wisatawan. - Antara

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Investasi infrastruktur yang ada di wilayah DIY diperkirakan lebih dari Rp30 triliun  dalam lima tahun ke depan.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan nilai investasi infrastruktur yang akan dilakukan di wilayah DIY dalam lima tahun ke depan bisa lebih dari Rp30 triliun.

Dana triliunan yang dikucurkan untuk infrastruktur di wilayah DIY seperti investasi pembangunan dua ruas jalan tol (Yogyakarta-Bawen dan Yogyakarta-Solo) antara Rp15 triliun hingga Rp20,46 triliun.

"Dana tersebut belum termasuk infrastruktur jalur Kereta Api, kemudian nanti ada (pengembangan) pelabuhan laut (Adi Karto), pembangunan SPAM kemudian ada beberapa underpass. Jadi murni infrastruktur. Kalau ditambah investasi di sektor UKM, bisa lebih dari Rp30 triliun," katanya di sela-sela kegiatan FGD Optimalisasi Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport' di Hotel Swiss-Belboutique, Yogyakarta, Rabu (24/7/2019).

Dia berharap banyaknya infrastruktur yang akan dibangun di wilayah DIY harus ditangkap oleh pemerintah daerah. Bagaimana ruas jalan tol yang dibangun di DIY bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Tim Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY, Rani Sjamsinarsi, yang juga hadir dalam FGD tersebut mengatakan dalam lima tahun ke depan fokus pembangunan memang di wilayah Selatan DIY.

Hal itu sesuai dengan visi misi Gubernur DIY yang menjadikan pesisir Selatan sebagai pintu gerbang (wajah) DIY. "Mulai dari Bandara YIA, Pelabuhan Tanjung Adikarto, Pasir Besi yang akan beroperasi, hingga pembentukan KEK Pariwisata di Bantul hingga Gunungkidul. Kota Yogyakarta akan dijadikan pusat budaya DIY," katanya.

Pemda DIY juga menyiapkan masterplan Aerotropolis di Kulonprogo di luar Aerocity yang disiapkan Pusat. Ada juga yang disiapkan jalur Temon ke Borobudur dari Bandara YIA.

"Jadi Sultan tidak menolak jalan tol. Yang ditakutkan Sultan adanya tol yang membelah permukiman masyarakat. Itu jadi pertimbangan luar biasa," katanya.

Jadi lanjut Rani, Sultan lebih berhati-hati agar pembangunan jalan tol tidak berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat.

Terpisah, Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan pihaknya masih akan melakukan pertemuan dengan pusat terkait finalisasi trase jalan tol. Pemda DIY, katanya, tetap akan merespons seluruh proyek infrastruktur yang masuk ke DIY.

"Kami terus menyiapkan itu. Pekan depan ada pertemuan lagi dengan pusat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diy, tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top