Investor Tertarik Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Listrik di Semarang

Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Semarang memikat banyak investor.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  18:30 WIB
Investor Tertarik Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Listrik di Semarang
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG — Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Semarang memikat banyak investor.

Setidaknya itu tercermin dari Market Sounding Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang diadakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diikuti oleh lebih dari 200 Investor yang berasal dari BUMN, pihak swasta maupun dan investor luar negeri.

Adapun, proyek PSEL yang rencananya bakal diterapkan di TPA Jaribarang ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM, Heldy Satrya Putera mengatakan, total kebutuhan investasi proyek ini masih terbuka sesuai dengan pemanfaatan teknologi yang ditawarkan oleh pelaku usaha.

Adapun, lingkup proyek antara lain Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun ditambah dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Pengembalian investasi dengan menggunakan mekanisme Tipping fee dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

"Ini memang skema kerja sama antara Pemkot Semarang dengan badan usaha. Market sound ini amemulai kerjasama. Investor yang kami undang adalah investor yang punya pengalamam pengelolaan sampah," kata Heldy di Semarang, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut, Heldy mengatakan, pihaknya juga mengundang institusi keuangan agar para investor dapat langsung berinteraksi dengan institusi keuangan.

Selain itu lanjut dia, institusi keuangan juga dapat melihat proyek PSEL ini dari sisi bisnis, hukum, maupun risiko-risiko yang ada. Lebih dari 200 investor turut hadir. Tidak hanya badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta nasional dan luar negeri juga turut hadir.

Pada Market Sounding PSEL, pihaknya membahas dokumen Outline Bussiness Case (OBC). Dokumen OBC ini menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota, sehingga tidak menutup kesempatan penggunaan teknologi lain selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup terkait spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati.

"Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan masukan dari pasar terhadap bentuk kerja sama atau teknologi yang akan ditawarkan, disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar. Setelah acara ini, kami senantiasa berupaya untuk tetap membina komunikasi dengan para peserta Market Sounding dalam bentuk penyampaian perkembangan terkini persiapan Proyek PSEL Kota Semarang hingga pada tahap Prakualifikasi nanti," paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan, groundbreaking pembangunan PSEL Incenerator ini ditargetkan pada akhir tahun ini.

"Desember harus sudah groundbreaking. Dengan market sounding ini mudah-mudahan bisa cepat dan lancar," tuturnya.

Proyek PSEL sebenarnya bukan fokus produksi listrik, namun proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah. Terlebih sampah di Kota Semarang sekitar 1.000 ton per hari. Jika tidak ada teknologi yang dapat mengolah sampah yang ada di TPA Jatibarang, diprediksi jumlah sampah akan terus meningkat.

"Proyek ini lebih mengedepankan penguraian sampah sehingga bisa menjadikan Kota Semarang bersih dari sampah," kata Ita, sapaan akrabnya.

Ita melanjutkan, saat ini teknologi pengolah sampah yang ada di TPA Jatibarang yaitu PSEL berteknologi Landfill Gas yang menghasilkan 0,8 megawatt. Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) antara antara PT PLN dengan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan.

Kendati demikian, PSEL Landfill Gas tersebut belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Oleh karena itu, proyek pembangunan PSEL ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan yang baik bagi kota-kota lainnya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang, sampah

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top