Ganjar Klaim Penduduk Miskin Jateng Berkurang 1 Juta Orang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, melalui berbagai program dari pemerintah penduduk miskin Jateng merosot 1 juta orang.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  14:00 WIB
Ganjar Klaim Penduduk Miskin Jateng Berkurang 1 Juta Orang
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan pidato Hari Jadi ke 69 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Kamis (15 - 8).

Bisnis.com,  SEMARANG - Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah berkurang 1 juta orang. 

Hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret 2013 penduduk miskin sebanyak 4,7 juta orang, dan maret 2019 hanya 3,7 juta orang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, melalui berbagai program dari pemerintah penduduk miskin Jateng merosot 1 juta orang.

"Penurunan angka kemiskinan di Jateng memang selalu tinggi setiap tahunnya. Bahkan pada 2018 lalu, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penurunan angka kemiskinan terbaik secara nasional," kata Ganjar saat memberikan pidato hari jadi ke 69 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Kamis (15/8/2019).

Selain pengurangan angka kemiskinan yang signifikan, sejumlah pekerjaan infrastruktur di Jateng lanjut Ganjar juga sudah dilaksanakan dengan baik. Bandara Ahmad Yani Semarang misalnya, sekarang menjadi bandara megah berfitur floating airport pertama di Indonesia.

"Kami juga berhasil memberikan insentif kepada guru ngaji, membangun rumah yang rusak menjadi layak huni, memberikan gaji guru honorer setara UMK dan banyak lagi capaian-capaian lainnya," tegasnya.

Tidak sedikit capaian yang diraih Pemprov Jateng yang mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Namun menurut Ganjar, penghargaan-penghargaan itu tidak terlalu penting, karena yang terpenting adalah kepuasan masyarakat karena dilayani dengan baik.

"Yang penting saat ini adalah integritas dan pelayanan baik kepada masyarakat. Hari ini wilayah Pemprov Jateng sudah memiliki itu, dan saya harap pada momentum hari jadi ini, integritas dan pelayanan prima kepada masyarakat menular ke semua kabupaten/kota di Jatengn," tegasnya.

Selain itu, dalam paparannya Ganjar juga mengajak peserta upacara mendoakan KH Maemoen Zubair. Ulama kharismatik, sekaligus ayah dari Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin itu, menurutnya adalah tokoh bangsa yang patut jadi suri tauladan. 

"Beliau bukan hanya ulama yang dihormati tapi tokoh kebhinekaan yang dihormati umat agama lain. Semangat Mbah Moen dalam menegakkan toleransi harus kita teladani," kata Ganjar. 

Tak lupa, Ganjar juga berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tetap menjaga kebhinekaan. Tidak ada hal yang lebih indah saat ini selain menjaga persaudaraan atau dalam bahasa Jawa-nya ngrumat bebrayan

Ngrumat bebrayan adalah juga tema Pesta Rakyat Ultah Jateng ke 69. Acara berupa pagelaran seni, berbagai lomba, pameran produk, dan lainnya itu akan dipusatkan di Kabupaten Wonogiri 23-25 Agustus mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, kemiskinan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top