Jelang Penutupan, Saham PCAR Mendadak Melonjak 4 Persen

Ada yang unik dari pegerakan saham emiten produsen rajungan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR), pada Kamis (15/8/2019) ini. Menit-menit akhir perdagangan membuat sahamnya melonjak.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:50 WIB
Jelang Penutupan, Saham PCAR Mendadak Melonjak 4 Persen
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, SEMARANG—Ada yang unik dari pegerakan saham emiten produsen rajungan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR), pada Kamis (15/8/2019) ini. Menit-menit akhir perdagangan membuat sahamnya melonjak.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham PCAR melonjak 4,05% atau 70 poin menjadi 1.800. Peningkatan itu terjadi di menit-menit akhir menjelang penutupan pada pukul 16.00 WIB. Mendadak ada penawaran 170 lot untuk saham di harga Rp1.800.

Total transaksi mencapai 4,4 miliar lembar saham senilai Rp7,5 miliar. Sekuritas yang memborong saham paling banyak ialah PT Prime Capital Sekuritas sejumlah 4,3 miliar lembar, sedangkan yang menjual 4,3 miliar lembar adalah PT Trimegah Securities Tbk.

Di peringkat kedua, sekuritas yang melakukan aksi beli ialah PT BNI Sekuritas, sedangkan yang melepas adalah PT MNC Sekuritas.

Sejatinya kinerja saham PCAR cenderung melesu, seiring dengan penurunan kinerja akibat penutupan pabrik. Sepanjang 2019, saham PCAR merosot 66,36%.

Padahal sahamnya cenderung melonjak tajam sejak IPO pada 29 Desember 2017. Saat itu, PCAR menetapkan harga penawaran perdana hanya sebesar Rp150 per saham.

Namun, masa jaya saham PCAR berakhir pada 28 Desember 2018, ketika menyentuh puncaknya di level Rp5.350. Setelah itu harga saham perusahaan yang berkantor di Semarang, Jawa Tengah, ini cenderung turun.

Per Juli 2019, komposisi pemegang saham PCAR ialah publik 69,335%, PT Asabri (Persero) 25,663%, PT Cakrawala Kharisma Mulia 4,29%, dan PT Bahari Istana Alkautsar 5,002%.

Dari sisi kinerja, pada semester I/2019, penjualan PCAR senilai Rp40,36 miliar, menurun 53,5% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp86,8 miliar.

Namun, beban pokok penjualan berkurang drastis sehingga laba bruto naik menuju Rp6,92 miliar dari semester I/2018 sebesar Rp3,21 miliar.

Sayangnya beban umum dan administrasi naik menuju Rp7,39 miliar dari sebelumnya Rp6,15 miliar. Selain itu, PCAR mencatatkan rugi investasi Rp1,78 miliar per Juni 2019, padahal sebelumnya belum ada.

Alhasil perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp4,25 miliar. Rugi bersih tersebut membengkak dari semester I/2018 senilai Rp3,62 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, jateng

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top