Pertamina Bantu Inovasi Teknologi Budidaya Ikan

Membudidayakan ikan di lahan luas itu merupakan hal yang biasa. Namun, bila mengelola ikan tawar di lahan terbatas dengan hasil panen yang setara dengan lahan luas adalah hal yang luar biasa.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  11:25 WIB
Pertamina Bantu Inovasi Teknologi Budidaya Ikan
Kolam ikan yang menggunakan inovasi sebagai upaya CSR PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu.

Bisnis.com, BANTUL - Membudidayakan ikan di lahan luas itu merupakan hal yang biasa. Namun, bila mengelola ikan tawar di lahan terbatas dengan hasil panen yang setara dengan lahan luas adalah hal yang luar biasa.

Gerakan budidaya ikan secara mandiri, inovatif, dan ramah lingkungan, atau disingkat menjadi Bukan Main adalah program inovasi bentukan PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu. Program ini digagas sejak 2016.

Melalui program CSR, Pertamina mengajak kelompok Varia Mina Makmur untuk mengembangkan budidaya ikan air tawa menggunakan teknologi micro bubble generator (MBG) dan teknik recirculating aquaculture System (RAS) di kolam.

Energi listrik yang digunakan pun ramah lingkungan, yaitu dengan solar cell atau energi matahari. Micro Bubble generator (MBG) sendiri adalah alat yang dapat menghasilkan gelembung oksigen secara merata, sehingga tingkat oksigen di kolam ikan tersebut lebih baik dibandingkan kolam alami.
 
Adapun, teknologi RAS adalah inovasi perikanan terbaru yang mengoptimalkan sirkulasi air, sehingga dapat mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan.

“Dengan teknologi ini, kami dapat menabur benih ikan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan menabur benih di kolam biasa, hasilnya kami dapat panen lebih banyak, pakan yang diberikan juga lebih sedikit imbasnya omset kelompok kami naik setiap tahunnya,” ujar Gito, Ketua Kelompok Varia Mina Makmur, Senin (14/10/2019).

Gito menjelaskan kelompoknya pada 2016 sempat mengalami penurunan omzet. Dengan bantuan CSR Pertamina TBBM Rewulu, petani mendapat pembinaan dan dikenalkan dengan teknologi RAS dan MBG.

Hasilnya kelompok Varia Mina Makmur dapat meraih omset hingga 6 kali lipat. Bahkan pada 2019, omzet melonjak hingga hingga 12 kali lipat dibanding 2016.

“Juli 2019 kemarin adalah panen terbanyak kami sejak tahun 2016. Berat total ikan yang kami panen yaitu 520 kilo gram atau setara dengan 3.120 ekor ikan yang merupakan hasil budidaya kami selama 7 bulan,” ungkap Gito.

Rahmad Febriadi, Fuel Terminal Manager Rewulu, mengatakan Terminal BBM Rewulu akan terus berinovasi dalam memberikan bantuan CSR, sehingga yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Kedepannya kami juga sedang merancang aplikasi yang dapat digunakan para petani ikan untuk memantau lingkungan kolamnya, dari tingkat oksigennya, kondisi airnya, dan suhu kolam,” tuturnya.

Rahmad meyakini teknologi yang ramah lingkungan dapat dikawinkan dengan budidaya ikan yang sudah menjadi kearifan lokal warga. Dengan demikian, secara teknologi dusun tidak tertinggal, dan secara ekonomi pun kesejahteraan warganya meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, csr

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top