Pemprov Jawa Tengah Sasar Aliran Investasi di Sektor Pariwisata dan Manufaktur

CJIBF melibatkan 500 orang peserta, yang 73 orang diantaranya berasal dari mancanegara. Selain itu, gelaran tahunan Pemerintah Jawa Tengah itu juga diikuti oleh perwakilan duta besar negara sahabat, serta kamar dagang dari berbagai negara.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 05 November 2019  |  16:25 WIB
Pemprov Jawa Tengah Sasar Aliran Investasi di Sektor Pariwisata dan Manufaktur
Kepala DPMPTSP Jateng Ratna Kawuri saat memberikan sambutan dalam acara Central Java Investment Business Forum(CJIBF) di Jakarta,Selasa (5/11). Forum ini bertujuan untuk melecut gairah investasi di Jawa Tengan khususnya sektor pariwisata dan manufaktur.CJIBF diikuti 427 peserta dalam negeri dan 73 peserta mancanegara. - Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jawa Tengah menyasar pengembangan pariwisata dan manufaktur melalui forum investasi bertajuk Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (5/11/2019).

Ratna Kawuri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, mengatakan bahwa CJIBF bertujuan untuk meningkatkan gairah investasi di Jawa tengah. “Kami ingin menggairahkan investasi di daerah, terutama ke sektor unggulan kami yakni pariwisata dan manufaktur,” katanya.

Ratna menuturkan, CJIBF melibatkan 500 orang peserta, yang 73 orang diantaranya berasal dari mancanegara. Selain itu, gelaran tahunan Pemerintah Jawa Tengah itu juga diikuti oleh perwakilan duta besar negara sahabat, serta kamar dagang dari berbagai negara.

CJIBF kali ini juga tidak hanya diisi dengan forum dialog, tetapi juga penandatanganan  Letter of Intent (LoI) tiga calon investor dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. “Penandatanganan ketiga LoI tersebut hanya simbolik dari 33 peminatan investasi yang tercatat selama forum CJIBF kali ini,” ujarnya.

Selain menyasar investasi di dua sektor unggulan Jawa Tengah, CJIBF yang tahun ini mengusung tema 'Trust us to invest, realize your dream' juga mendorong pengembangan properti, infrastruktur, energi, dan agribisnis.

Ratna juga menyebut forum tersebut telah berhasil menarik minat puluhan investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Jawa tengah.

“Yang menarik, termasuk juga sebanyak 59 investor dan pengusaha asal Republik Rakyat Tiongkok dari sektor industri kayu dan furnitur. Rencananya pengusaha tersebut akan melakukan relokasi industri ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Jawa Tengah saat ini menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Iklim investasi yang sangat tenang, dan kemajuan pembangunan infrastruktur membuat daya saing investasi Jawa Tengah kian membaik.

Diberitakan sebelumnya, setidaknya ada 11 perusahaan asal Tiongkok yang akan melakukan relokasi ke Jawa Tengah akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mencatat setidaknya akan ada 33 perusahaan asal Tiongkok yang direlokasi karena perang dagang tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, jawa tengah, ganjar pranowo

Editor : Farodilah Muqoddam
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top