Pertamina Sidak Pengusaha Rambak Pakai LPG Subsidi, Hasilnya Mencengangkan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa tengah dan DI Yogyakarta melakukan inspeksi mendadak ke industri yang menggunakan LPG 3kg bersubsidi.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  18:22 WIB
Pertamina Sidak Pengusaha Rambak Pakai LPG Subsidi, Hasilnya Mencengangkan
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa tengah dan DI Yogyakarta melakukan inspeksi mendadak ke industri rambak yang menggunakan LPG 3kg bersubsidi. Dari hasil sidak empat tempat usaha tersebut, ditemukan informasi sebanyak total 1.340 tabung LPG 3 kg bersubsidi digunakan setiap bulannya.

Bisnis.com, SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa tengah dan DI Yogyakarta melakukan inspeksi mendadak ke industri yang menggunakan LPG 3kg bersubsidi.

Aksi sidak tersebut dilakukan bersama beberapa instansi Kota Semarang yaitu Dinas Perekonomian, Disperindag, Satpol PP dan Polrestabes Kota Semarang, serta Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K), Hiswana Migas DPC Kota Semarang, pada Kamis (5/12/2019).

Hasilnya, sebanyak 110 tabung LPG 3 Kg ditemukan pada sidak tersebut. Secara sukarela para pengusaha bersedia menukar gas bersubsidi itu menjadi 56 tabung 5,5 kg LPG non subsidi bright gas.

Sales Branch Manager Pertamina Kota Semarang Alam Kanda Winali menyampaikan tim gabungan ini mengunjungi empat industri makanan yang memproduksi kerupuk kulit (rambak) dan ditemukan seluruhnya masih menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.

“Salah satu usaha yang kami datangi mengaku menggunakan LPG 3 kg hingga 20-30 tabung per hari atau sekitar 650 tabung LPG 3 kg per bulan,” ujarnya.

Menurut Alam, omzet para pengusaha rambak ini sangat tinggi, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Dari hasil sidak empat tempat usaha tersebut, ditemukan informasi sebanyak total 1.340 tabung LPG 3 kg bersubsidi digunakan setiap bulannya.

“Artinya, jika diberikan secara merata kepada keluarga miskin yang berhak, sebanyak 382 KK bisa mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra mengatakan bahwa sidak ini merupakan hasil koordinasi dan kerjasama seluruh pihak dari dinas terkait serta aparat kepolisian sebagai bagian dari pengawasan penyaluran tepat sasaran LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami terus menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat mampu dan para pengusaha, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro,” ujarnya.

Hal itu sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram.

Saat ini, Pertamina secara masif telah menyediakan LPG non subsidi bright gas dengan kemasan 5,5 kg dan 12 kg di seluruh pangkalan LPG resmi.

“Jika alasannya sulit mendapatkan LPG non subsidi tentu tidak benar karena kami telah menyediakan di banyak tempat. Namun, jika memang tetap kesulitan maka dapat menghubungi kontak Pertamina 135 karena saat ini kami telah menyediakan layanan pesan antar [delivery service],” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lpg 3 kg

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top