63 Persen Penderita HIV/AIDS di Salatiga Adalah Lelaki

Temuan kasus HIV/AIDS di Kota Salatiga didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 63% atau sebanyak 177 orang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun dari berbagai pihak untuk upaya pencegahan penularannya.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 08 Desember 2019  |  19:10 WIB
63 Persen Penderita HIV/AIDS di Salatiga Adalah Lelaki
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SEMARANG—Temuan kasus HIV/AIDS di Kota Salatiga didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 63 persen atau sebanyak 177 orang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun dari berbagai pihak untuk  upaya pencegahan penularannya.

Wakil Walikota Salatiga Muh Haris menyampaikan pada tahun 1994 hingga September 2019 ini, jumlah kasus HIV AIDS secara kumulatif di Kota Salatiga tercatat 282 orang yang terdiri dari 128 kasus HIV, 154 kasus AIDS, dan 68 di antaranya sudah meninggal dunia.

“Saat ini kasus HIV/AIDS sudah ditemukan di semua kecamatan di Kota Salatiga dengan tingkat temuan terbanyak di Kecamatan Sidorejo yakni 45 persen dari total kasus,” ujarnya dalam  keterangan resmi, Minggu (8/12/2019).

Menurutnya peningkatan infeksi HIV/AIDS paling tinggi adalah di karyawan swasta dan ibu rumah tangga. Hal ini juga perlu mendapat perhatian serius karena apabila  dibiarkan maka akan membahayakan generasi  mendatang.

“Karyawan swasta dan ibu rumah tangga perlu mendapat perhatian ekstra. Tidak hanya itu temuan kasus HIV-AIDS di Kota Salatiga juga didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 63% atau 177 orang. Ini harus kita tangani dan cegah bersama-sama,” paparnya.

Menurut Muh Haris pendidikan mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan secara berjenjang. Khususnya pemberian materi mengenai HIV/AIDS juga harus diberikan ke siswa sekolah dan  masyarakat juga perlu arahan yang benar.

“Ibu hamil pun perlu diberikan edukasi yang baik bukan hanya kepadanya saja namun keluarga yang ada di sekitarnya. Dengan adanya informasi yang baik dan tepat diharapkan bisa mencegah dan meminimalkan penularan HIV ke pasangannya ataupun dari ibu ke janinnya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hiv/aids

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top