Penjualan Eceran Kota Semarang Menurun pada November 2019

Penjualan eceran Kota Semarang diindikasikan mengalami penurunan secara bulanan pada November 2019.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  20:44 WIB
Penjualan Eceran Kota Semarang Menurun pada November 2019
Ilustrasi kegiatan di pasar tradisional. - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com, SEMARANG – Penjualan eceran Kota Semarang diindikasikan mengalami penurunan secara bulanan pada November 2019.

Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil Survei Penjualan Eceran, di mana indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat 179,0 atau turun 0,7% (mtm). Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang turun 0,6% (mtm).

Kepala Grup Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Iss Savitri Hafid mengatakan penurunan penjualan secara bulanan dialami oleh enam dari delapan kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor (-5,6% mtm) serta peralatan dan komunikasi (-2,0% mtm).

"Adapun kelompok komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu kelompok barang budaya dan rekreasi (7,3% mtm)," kata Iss Savitri melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Selasa (14/1/2020).

Secara tahunan penjualan eceran di Kota Semarang masih mencatatkan penurunan. Pada November 2019, IPR menurun 3,2% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan penurunan bulan sebelumnya yang 1,0% (yoy).

Dia menjelaskan analisis secara lebih terperinci menunjukkan bahwa penurunan penjualan ritel secara tahunan terjadi pada lima kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok komoditas bahan bakar kendaraan bermotor dan sandang 15,8% (yoy) serta barang lainnya 15,6% (yoy).

Sementara itu, kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya naik 3,1% (yoy).

"Kinerja penjualan eceran Kota Semarang pada Desember 2019 diperkirakan naik secara bulanan. Perkembangan ini tecermin dari perkiraan IPR Desember 2019 yang tercatat 188,1; atau naik sebesar 5,1% (mtm)," jelasnya.

Menurutnya, seluruh kelompok komoditas diperkirakan mengalami peningkatan omzet dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (7,7%; mtm), suku cadang dan aksesori (5,4%; mtm), makanan, minuman dan tembakau serta peralatan dan komunikasi (4,9%; mtm).

Sementara, untuk ekspektasi omzet penjualan pada 3 dan 6 bulan yang akan datang masih berada pada level optimis. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100. 

"Indeks Ekspektasi Omzet Penjualan 3 bulan mendatang (Maret 2020) tercatat 126,7; sementara Indeks Ekspektasi Penjualan 6 bulan mendatang (Juni 2020) sebesar 173,3.

Selanjutnya, ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan harga secara umum diperkirakan melemah pada 3 dan 6 bulan yang akan datang (Maret dan Juni 2020). Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum 3 dan 6 bulan mendatang masing-masing 128,9 dan 173,3," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan, semarang

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top