Tren Positif Manufaktur Jateng, Ini Penilaian Ekonom

Perkembangan industri manufaktur di Jawa Tengah berpotensi terus berkembang menyusul tren pertumbuhan industri yang positif dan rencana munculnya pusat-pusat industri baru.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:40 WIB
Tren Positif Manufaktur Jateng, Ini Penilaian Ekonom
Ilustrasi kawasan industri.

Bisnis.com, SEMARANG — Perkembangan industri manufaktur di Jawa Tengah berpotensi terus berkembang menyusul tren pertumbuhan industri yang positif dan rencana munculnya pusat-pusat industri baru.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng yang dirilis belum lama ini menunjukkan, pertumbuhan industri di Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai 5,19 persen. Angka ini naik dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh di kisaran 4,35 persen.
 
Selain dari sisi pertumbuhannya, sektor ini mampu menjadi motor pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,78 persen atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2018 yang hanya 1,50 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi selanjutnya diikuti perdagangan 0,87 persen dan konstruksi 0,52 persen.
 
Ekonom Undip Wahyu Widodo mengungkapkan ada beberapa alasan kenapa sektor industri bisa tumbuh cukup positif. Wahyu berpendapat peningkatan investasi di sektor manufaktur menjadi salah satu penyebabnya.
 
"Faktor yang mendorong adalah besarnya investasi yang masuk pada tahun 2018, terutama di sektor manufaktur," kata Wahyu kepada Bisnis yang dikutip, Selasa (11/2/2020).
 
Wahyu juga menjelaskan peningkatan investasi ini disebabkan oleh beberapa faktor pendukung. Pertama, kinerja perekonomian Jawa Tengah. Sejak tahun 2015 hingga 2019 pertumbuhan ekonomi jawa tengah selalu di atas pertumbuhan nasional, demikian juga dengan inflasi terjaga dengan baik. Hal ini secara otomatis memberikan persepsi positif bagi investor.
 
Kedua, pertumbuhan Jawa Tengah secara umum berkualitas, dibuktikan dengan penurunan angka kemiskinan yang progresif meskipun masih lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Pengangguran juga terus turun, dan terjadi konvergensi pertumbuhan antar wilayah.
 
Ketiga, faktor relokasi investasi khususnya dari provinsi Jawa Barat. Perbedaan tingkat upah, menjadikan Jawa Tengah lebih menarik dalam beberapa tahun terakhir. "Meskipun mayoritas adalah footlose industry, tetapi ini sangat positif bagi provinsi Jawa Tengah," jelasnya.
 
Seperti diketahui, Kinerja produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Tengah tahun 2019 mencapai 5,41 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 5,31 persen.
 
Adapun sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan yakni informasi dan komunikasi yang tercatat tumbuh 11,62 persen, jasa perusahaan 10,54 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 9,14 persen 
 
Sementara itu dilihat dari lapangan usaha, sektor yang paling banyak berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi Jateng adalah industri pengolahan yang mencapai 34,42 persen, perdagangan besar eceran dan reparasi kendaraan bermotor 13,74 persen, serta konstruksi 10,80 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri, jateng, semarang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top