Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jateng Patok Pertumbuhan Sektor Industri di Level 7 Persen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal memperkuat kinerja sektor industri untuk menopang pertumbuhan ekonomi di level 7 persen.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  13:44 WIB
Pabrik tekstil Sritex. - Antara/R. Rekotomo
Pabrik tekstil Sritex. - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal memperkuat kinerja sektor industri untuk menopang pertumbuhan ekonomi di level 7 persen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Jateng M. Arif Sambodo mengungkapkan sampai 2019 lalu pertumbuhan sektor industri berada di level 5,19 persen. Angka ini ditargetkan terus meningkat hingga ke angka 7 persen sampai dengan 2024 mendatang.

"Yang terpenting adalah laju pertumbuhannya. Tentunya secara bertahap bisa tumbuh minimal 7 persen sampai dengan 2024," kata Arif kepada Bisnis, Selasa (11/2/2020).
 
Arif mengatakan prospek pertumbuhan industri di Jawa Tengah cukup apik. Apalagi saat ini ada beberapa kawasan industri baru yang bakal mendorong peningkatan investasi di sektor industri. Keberadaan kawasan industri baru ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan industri khususnya di Jawa Tengah (Jateng).
Selain itu, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan beberapa strategi guna mendorong daya saing industri Jateng. Pertama, pengembangan kewilayahan industri secara inklusif. Dalam hal ini, pemerintah provinsi mendorong daerah untuk menginisiasi kawasan-kawasan industri dengan orientasi pada industri bertujuan ekspor maupun substitusi impor.
 
Kedua, pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM) melalui pendampingan proses sampai dengan promosi dan pemasaran bahkan juga melatih menjadi eksportir. Ketiga, pembangunan sarana prasarana industri bekerjasama dengan pusat untuk revitalisasi mesin-mesin industri kecil.
 
"Penguatan sumber daya industri utamanya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia juga menjadi fokus kami," tukasnya.
 
Seperti diketahui, perkembangan industri manufaktur di Jawa Tengah berpotensi terus berkembang menyusul tren pertumbuhan industri yang positif dan rencana munculnya pusat-pusat industri baru.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng yang dirilis belum lama ini menunjukkan, pertumbuhan industri di Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai 5,19 persen. Angka ini naik dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh di kisaran 4,35 persen.
 
Selain dari sisi pertumbuhannya, sektor ini mampu menjadi motor pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,78 persen atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2018 yang hanya 1,50 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi selanjutnya yakni  perdagangan 0,87 persen & konstruksi 0,52 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri jawa tengah
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top