Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sampah Ancam Petambak Pantura Jateng

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah diminta bersikap serius membantu para petani tambak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  14:32 WIB
Foto udara lahan tambak udang yang dibiarkan terbengkalai di Desa Singaraja, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). Ratusan hektare lahan tambak udang vanamei dibiarkan terbengkalai akibat banyaknya udang mati terserang virus Myo (myonecrosis) sehingga petambak merugi. - Antara/Dedhez Anggara
Foto udara lahan tambak udang yang dibiarkan terbengkalai di Desa Singaraja, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). Ratusan hektare lahan tambak udang vanamei dibiarkan terbengkalai akibat banyaknya udang mati terserang virus Myo (myonecrosis) sehingga petambak merugi. - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah diminta bersikap serius membantu para petani tambak di kawasan pantai utara Jawa Tengah dalam mengatasi persoalan terkait dengan limbah yang mengancam keberlangsungan usaha tambak.

"Persoalan limbah menjadi tantangan terbesar bagi para petani tambak karena limbah ini berpengaruh pada kualitas air tambak, sehingga bibit udang ataupun ikan sangat rentan mati dan potensi gagal panen sangat besar," kata anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Abu Hafsin Al Muktafa di Semarang, Senin (17/2/2020).

Legislator yang akrab disapa Gus Tafa ini menyatakan kualitas air yang baik menjadi syarat utama para petani tambak untuk budi daya ikan atau udang yang menjadi usaha mereka.

Ia mengaku banyak menerima keluhan dari petani tambak di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mengenai persoalan limbah.

"Mereka mayoritas mengeluhkan susahnya mengembangkan sektor pertanian tambak akibat limbah, apalagi di satu sisi masih banyak masyarakat setempat yang asal buang sampah ke sungai. Di mana sungai itu nanti juga akan menuju area tambak," ujarnya.

Menurut Gus Tafa, jika petani tambak merugi, maka dapat dikhawatirkan mereka akan alih profesi ke sektor lain, sehingga mempengaruhi volume produksi ikan budi daya.

"Saat ini sudah banyak (petani tambak) yang mulai alih profesi karena sebagian besar sudah tidak sanggup lagi membiayai lahan garapannya akibat gagal panen," katanya.

Melihat kompleksnya masalah ini, lanjut Gus Tafa, perlu peranan semua pihak dalam hal ini pemerintah dan seluruh elemen terkait serta masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan dan meminimalisasi limbah.

"Misalnya Dinas Pertanian atau Perikanan memiliki program pendampingan secara intensif kepada petani tambak untuk peningkatan hasil panen. Instansi lain juga gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sehingga ada solusi komprehensif," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah tambak udang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top