Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada-ada Saja, Merapi Erupsi, Warga Malah Menonton Bareng

Warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sukiman, menonton bareng erupsi dari jalan.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  13:02 WIB
Warga di wilayah Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang menonton erupsi Merapi dari jalan kampung mereka, Selasa (3/3/2020) pagi. - JIBI/Taufiq Sidiq Prakoso
Warga di wilayah Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang menonton erupsi Merapi dari jalan kampung mereka, Selasa (3/3/2020) pagi. - JIBI/Taufiq Sidiq Prakoso

Bisnis.com, KLATEN - Hujan abu terjadi di sejumlah wilayah di Klaten pascaerupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020) pagi. Guyuran hujan abu tipis terutama dirasakan di wilayah sisi utara dan timur Kabupaten Bersinar.

Seperti di wilayah Kecamatan Tulung. Hujan abu mengguyur sekitar pukul 07.30 WIB. Guyuran hujan abu tipis berlangsung sekitar sejam. Dampak guyuran hujan abu seperti yang terlihat di sepanjang jalan raya Klaten-Boyolali wilayah Tulung.

Sejumlah warga yang tinggal di tepi jalan raya terlihat membersihkan abu yang menempel di halaman rumah serta kantor mereka.

"Sejak saya bertugas di sini selama tiga tahun terakhir baru kali ini ada hujan abu. Tadi mulai sekitar pukul 07.30 WIB sudah ada hujan abu dan reda itu sekitar pukul 08.30 WIB," kata Hari, 30, salah satu petugas keamanan salah satu koperasi di tepi jalan raya Klaten-Boyolali, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung saat ditemui JIBI, Selasa (3/3/2020).

Warga lainnya, Murini, 58, juga mengakui hujan abu baru kali pertama mengguyur wilayah Kecamatan Tulung sejak status Merapi masuk pada level waspada Mei 2018 lalu. "Dulu pernah hujan abu dan tebal saat erupsi 2010," kata warga Sorogaten tersebut.

Hujan abu justru tak terlalu dirasakan di wilayah lereng Merapi. Salah satu warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sukiman, memastikan tak ada hujan abu di wilayahnya. "Kolom erupsi membumbung tinggi dan terbawa angin menjauh dari wilayah kami sehingga tidak ada hujan abu," kata Sukiman.

Disinggung kondisi warga saat erupsi terjadi, Sukiman menjelaskan warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa setelah erupsi mereda. Tenangnya warga saat erupsi terjadi ditunjukkan Sukiman dengan mengirimkan foto yang menggambar warga berkumpul di jalan kampung dan menonton bareng kolom erupsi yang membumbung.

Di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang juga tak terlalu terdampak hujan abu. "Tegalmulyo yang terdampak hujan abu hanya di wilayah Gedongijo. Hujannya juga bercampur pasir. Untuk durasi hujan sekitar 15 menit," kata salah satu warga Tegalmulyo, Subur.

Sementara itu, BPBD Klaten membagikan masker ke sejumlah kecamatan yang terdampak hujan abu. Di Kecamatan Tulung dan Polanharjo BPBD membagikan masing-masing 2.000 masker ke kantor kecamatan untuk didistribusikan ke warga terdampak hujan abu.

"Stok masker di BPBD sekitar 25.000 lembar. Kami masih menunggu informasi dari kecamatan lainnya yang terdampak hujan abu untuk menyalurkan bantuan masker. Informasinya hujan abu juga terjadi di wilayah Kecamatan Jatinom dan Wonosari," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klaten gunung merapi

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top