Protokol Kegiatan Ibadah di Jateng Diperketat

Hasil pertemuan menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah di Masjid Jateng tetap berlangsung dengan protokol kesehatan yang diperketat.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  12:57 WIB
Protokol Kegiatan Ibadah di Jateng Diperketat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat rapat bersama para ulama di Semarang. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengumpulkan sejumlah ulama untuk berdiskusi terkait penanggulangan virus corona, Selasa (17/3/2020).

Pertemuan membahas pelaksanaan ibadah yang selama ini juga menjadi salah satu tempat kerumunan warga. Agenda yang yang digelar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng itu diikuti sejumlah takmir masjid, ketua organisasi keagamaan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hasil pertemuan menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah di Masjid Jateng tetap berlangsung dengan protokol kesehatan yang diperketat.

"Ada banyak yang disampaikan para ulama. Kami bersepakat untuk bekerjasama dan saling berkomunikasi untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil, khususnya tentang pelaksanaan ibadah," kata Ganjar.

Dari pertemuan itu, disepakati bahwa kegiatan-kegiatan keagamaan yang mengundang kerumunan untuk sementara ditiadakan. Apabila harus dilakukan, maka harus diperketat standar kesehatannya.

"Seperti pelaksanaan salat Jumat, akan diseleksi betul masyarakat yang akan melaksanakan. Mereka akan dicek kesehatannya, pintu masuk masjid terfokus satu pintu dan disediakan sabun serta hand sanitizer untuk jemaah sebelum masuk masjid," terangnya.

Selain itu, keputusan bersama juga diambil untuk bergotong royong membersihkan masjid dan musala yang ada. Karpet yang ada di tempat ibadah itu akan digulung dan masyarakat dihimbau membawa alas sendiri.

"Apabila ada perkembangan terbaru, ulama sepakat akan mengikuti segala keputusan yang diambil pemerintah. Kekuatan ulama juga akan kami optimalkan dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat," tegasnya.

Pondok pesantren lanjut Ganjar juga sudah sepakat melakukan penanggulangan. Dalam rapat disepakati, bahwa santri pondok pesantren dilarang pulang, dan mereka juga dilarang dijenguk oleh keluarga.

"Pondok pesantren jadi seperti tempat isolasi. Tapi tidak hanya berdiam diri, saya usulkan momen ini dilakukan untuk membersihkan semua tempat-tempat itu agar semua sehat," tutupnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk mengambil langkah terhadap sejumlah kegiatan keagamaan di Jateng. Sebab, MUI pusat telah mengeluarkan fatwa, bahwa dalam kondisi tidak terkendali, maka pelaksanaan ibadah di masjid seperti salat Jumat ditiadakan.

"Rapat tadi memutuskan bahwa kondisi di Jateng masih terkendali, sehingga pelaksanaan ibadah salat Jumat tetap akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang diperketat," kata Darodji.

Darodji menerangkan, beberapa langkah akan diambil dalam pelaksanaan ibadah shalat Jumat di masjid. Seperti penyediaan sabun dan hand sanitizer di tempat wudhu, pembatasan akses masuk, pengecekan kesehatan dan lain sebagainya.

"Nanti disarankan seluruh jamaah dilakukan pengecekan kesehatan menggunakan thermal gun. Sulit memang, namun kami meminta takmir masjid mengupayakan," tegasnya.

Sejumlah masjid dan musala lanjut dia juga sudah diperintahkan melakukan bersih-bersih di tempat masing-masing. Seluruh karpet yang ada, telah diperintahkan untuk digulung dan jamaah dihimbau membawa alas shalat sendiri.

"Kondisi Jateng sampai saat ini masih terkendali. Jadi pelaksanaan ibadah masih tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Apabila nanti kondisinya tidak terkendali, maka shalat Jumat akan kami tiadakan. Bahkan salat wajib lain juga akan ditiadakan dan masyarakat diimbau untuk beribadah di rumah masing-masing," katanya.(K28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, Virus Corona

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top