Jateng Produksi Alat Pelindung Diri Medis

APD tersebut diproduksi oleh RSUD Moewardi Solo.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  10:29 WIB
Jateng Produksi Alat Pelindung Diri Medis
Warga melintas di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020). - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SEMARANG — Jawa Tengah mulai memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) secara mandiri di tengah tingginya kebutuhan APD untuk penanganan penyebaran virus corona atau Covid - 19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan dengan kreasi dan inovasi, kebutuhan APD bagi rumah sakit untuk penanganan pasien Covid - 19 bisa teratasi.

"APD tersebut diproduksi oleh RSUD Moewardi Solo menggunakan bahan standar pabrikan yakni Polypropylene Spundbound, RSUD Moewardi mampu memproduksi 200-250 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona," kata Ganjar dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2020).

Ganjar menambahkan Jateng terus menyiapkan langkah antisipasi lainnya. Setelah masalah kekurangan APD ini terpecahkan, saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker.

Sementara terkait persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

"Sudah saatnya pemerintah daerah berusaha untuk berinovasi dan berkreasi dalam rangka menangani penyebaran virus corona ini. Tidak selayaknya, pemerintah daerah hanya mengandalkan pemerintah pusat dan hanya berpangku tangan," tukasnya.

Adapun selain mendorong pemenuhan kebutuhan penanganan Covid - 19 secara mandiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid - 19 yang telah menyebabkan 3 orang meninggal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengungkapkan sebagian besar anggaran yang dialokasikan akan diarahkan untuk sektor kesehatan baik Dinas Kesehatan Provinsi Jateng maupun tujuh rumah sakit provinsi.

Arah penggunaan anggarannya misalnya digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), barang habis pakai, penyiapan tambahan ruang isolasi, ambulance kapsul, alat kesehatan, pembiayaan gugus tugas Covid 19.

Selain itu, anggaran itu juga disiapkan untuk mendorong koordinasi dan kesiapan fasilitas kesehatan tersier seperti rumah sakit di Kabupaten atau Kota, klinik, puskesmas dan penguatan peran lembaga di level perdesaan dalam memonitor penyebaran dan penanggulangan corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, Virus Corona

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top