Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkot Semarang Bahas Rencana Pembuatan Makam Khusus Pasien Positif Corona

Pemerintah Kota Semarang tengah membahas rencana pembuatan tempat pemakaman khusus bagi pasien positif corona yang meninggal dunia.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  18:23 WIB
Proses pemakaman pasien meninggal karena corona - Antara
Proses pemakaman pasien meninggal karena corona - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang tengah membahas rencana pembuatan tempat pemakaman khusus bagi pasien positif corona yang meninggal dunia.

Hal tersebut, setelah adanya penolakan warga yang memakamkan jasad pasien positif corona di berbagai daerah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyadari perkembangan fenomena tersebut. Kendati demikian, meski tak terjadi di Semarang, dia mengaku sudah memetakan tempat pemakaman khusus untuk pasien positif Corona yang meninggal dunia.

"Kami sudah identifikasi beberapa tempat pemakaman di Semarang terutama tempat pemakaman umum milik Pemkot Semarang," kata Hendi sapaan akrabnya, Selasa (31/3/2020).

Hendi mengatakan, dari hasil identifikasi pihaknya mendapatkan lokasi yang dinilai laik dan pantas yakni di Ngadirego, Mijen, Semarang.

"Ini sedang sebuah proses dari pak Ali dari Dinas Permukiman untuk menata lokasi tersebut supaya nanti benar-benar steril dan ada dipisahkan dari TPU yang lain di daerah itu," katanya.

Hendi menjelaskan, dirinya memang sudah merencanakan hal ini sebelum fenomena penolakan dari warga memakamkan jasad pasien positif corona yang mengemuka di berbagai daerah.

“Sudah ada rencana, setelah beberapa korban meninggal kemudian ada kegalauan masyarakat di tempat pemakaman umum ya kita mesti merencanakan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Ali, menjelaskan dari hasil survei pihaknya memang ada dua titik wilayah. TPU di kawasan Ngadirgo dan BSB Jatisari.

Namun yang dinilai laik menurutnya yakni di TPU Ngadirgo Mijen karena jaraknya sekitar 200 meter dari permukiman warga.

"Keadaan yang ada di lapangan bahwa TPU Ngadirgo lahan yang sudah siap dan sudah ditembok keliling tetapi belum pernah dipakai sama sekali. Luas kurang lebih 4.000 m2," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top