Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Kebutuhan Pokok dari Impor di DIY belum Turun, Terganjal Kenaikan Kurs Dolar AS

Sejumlah harga kebutuhan pokok yang berasal dari luar negeri atau impor di Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) masih stabil tinggi dan belum turun hingga saat ini.
Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo - Bisnis.com 09 April 2020  |  12:59 WIB
Bawang putih. - JIBI
Bawang putih. - JIBI

Bisnis.com, JOGJA - Sejumlah harga kebutuhan pokok yang berasal dari luar negeri atau impor di Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) masih stabil tinggi dan belum turun hingga saat ini.

Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, mengatakan kebutuhan seperti bawang putih contohnya, saat ini masih stabil tinggi diharga Rp38.000-Rp39.000/ kilogram (kg) untuk bawang putih kating. Sementara untuk bawang putih sinco diharga Rp36.000-Rp37.000/kg. Pada harga normal sendiri dikatakkan untuk bawang putih pada kisaran Rp35.000/kg.

Selain bawang putih, harga kedelai juga naik dari harga normal Rp6.800/kg saat ini pada harga Rp9.300/kg. Kemudian juga gula pasir, yang sudah mengalami kenaikan sejak akhir Januari, saat ini masih stabil tinggi, pada harga Rp18.000/kg, padahal untuk harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500/kg.

“Harga kedelai naik hal ini disebabkan nilai tukar dolar meningkat. Sementara gula pasir masih proses impor,” ucapnya, seperti dilaporkan Harianjogja.com, Kamis (9/4/2020)

Dikatakannya untuk gula pasir dari hasil koordinasi dengan Kementrian Perdagangan (Kemendag) diperkirakan pekan ketiga atau keempat, harga gula pasir sudah bisa normal kembali. Dikarenakan impor dari Thailand bisa dilakukan, sementara negara lain seperti India dan Australia saat ini terkendala, karena kedua negera menerapkan lockdown.

Yanto juga mengatakan untuk kebutuhan lain yang dapat diperoleh dari lokal, saat ini masih stabil harganya. Beberapa kebutuhan lainnya justru turun harga. “Daging ayam Rp32.000 menjadi Rp28.000/kg. Telur dari Rp25.000/kg menjadi Rp22.000/kg. Hal ini disebabkan serapan untuk hotel dan restoran tidak terserap,” ujarnya.

Sebelumnya Yanto mengatakan menjelang Ramdan berbagai kesiapan dilakukan. Termasuk juga dari pihak Bulog Divre DIY, yang diungkapkan Kepala Bulog Divre DIY, Juaheni mengatakan keberadaan stok kebutuhan pokok di Bulog masih mencukupi. Hanya gula pasir saja yang stoknya belum ada. “Beras, terigu, minyak siap. Gula yang belum dapat,” ujarnya.

Berdasar data stok komoditi Bulog Divre DIY per Jumat (3/4), beras sebanyak 18.443 ton, kemudian minyak goreng 1.145 liter, tepung terigu 22 ton, dan daging kerbau tujuh ton.

Harga Bahan Pokok pada Pekan Kedua April 2020

Komoditas Impor                             Harga

Bawang putih kating                       Rp38.000-Rp39.000/kg

Bawang putih sinco                         Rp36.000-Rp37.000/kg

Kedelai                                            Rp9.300/kg

 

Komoditas Lokal                              Harga

Gula pasir                                         Rp18.000/kg

Daging ayam                                    Rp28.000/kg

Telur                                                 Rp22.000/kg

Sumber: Disperindag DIY

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang diy sembako gula pasir

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top