Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DIY mulai Waspadai Kasus Impor Covid-19 dari Jatim

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mewaspadai potensi penularan Covid-19 dari Jawa Timur (Jatim) setelah ada kasus warga pulang kampung ke Gunungkidul dari Jatim yang sudah dinyatakan positif Covid-19 saat berada di Jatim.
David Kurniawan
David Kurniawan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  14:00 WIB
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul. - JIBI/Bhekti Suryani.
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul. - JIBI/Bhekti Suryani.

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mewaspadai potensi penularan Covid-19 dari Jawa Timur (Jatim) setelah ada kasus warga pulang kampung ke Gunungkidul dari Jatim yang sudah dinyatakan positif Covid-19 saat berada di Jatim.

Dinas Kesehatan Gunungkidul mewaspadai potensi penularan virus corona dari luar daerah. Hal ini tidak lepas dengan kebijakan akses transportasi antar daerah yan semakin diperlonggar.

Kewaspadaan ini dilakukan untuk menekan bertambahnya kasus positif yang berasal dari luar daerah. Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro mengatakan, dua kasus pasien positif terakhir merupakan penularan dari luar daerah.

Bahkan salah satunya, yakni pasien asal Kecamatan Wonosari sudah dinyatakan positif saat berada di Jawa Timur dan pulang ke kampung halaman. “Inilah yang harus diwaspadai agar kasus tidak semakin bertambah,” kata Sumitro, Senin (29/6/2020).

Dia menjelaskan, potensi penularan dari luar daerah semakin besar seiring dibukanya akses transportasi antar daerah. Salah satu antisipasi dengan surveilence berbasis masyarakat. Adapun teknis dari partisipasi masyarakat dengan melakukan pendataan pendatang di wilayah masing-masing. Selanjutnya, data tersebut dilaporkan ke petugas puskesmas untuk pengecekan kesehatan. “Akan kita galakan agar penularan tidak semakin bertambah,” katanya.

Ditambahkannya, hingga sekarang sudah dilakukan rapid test sebanyak 5.394 orang. Adapun hasilnya 538 orang dinyatakan reaktif. “Meski reaktif, saat di swab banyak yang hasilnya negatif karena hingga sekarang yagn dinyatakan positif baru 51 orang,” katanya.

Untuk mengurangi potensi penularan akan ada perubahan dalam pengetesan. Hal ini tidak lepas dari tingkat akurasi rapid test yang masih kurang sehingga nantinya, kategori masyarakat yang masuk Pasien Dalam Pengawasan, warga kontak pasien positif dan tenaga kesehatan akan langsung dilakukan swab. “Tes cepat tetap dilakukan, tapi untuk proses screening kasus,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim diy covid-19

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top