Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Protokol Kesehatan di Pabrik Longgar Picu Klaster Baru Covid-19 Semarang

Selama satu pekan terakhir ditemukan kasus penularan di beberapa perusahaan.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  12:59 WIB
Aktivitas karyawan di salah satu pabrik di Jakarta, Jumat (20/9/2019). - Bisnis/Arief Hermawan P.
Aktivitas karyawan di salah satu pabrik di Jakarta, Jumat (20/9/2019). - Bisnis/Arief Hermawan P.

Bisnis.com, SEMARANG - Kasus penularan Covid-19 di Kota Semarang terus meningkat seiring munculnya klaster baru.

Setelah klaster Pasar Kobong dan klaster Pernikahan, kini muncul lagi klaster baru penularan Covid-19 di Semarang. Klaster itu tak lain adalah klaster penularan Covid-19 yang terjadi di perusahaan atau pabrik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan selama satu pekan terakhir ditemukan kasus penularan di beberapa perusahaan. Tak tanggung-tanggung, total ada ratusan karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 di tiga perusahaan.

Penularan di klaster perusahaan Semarang bahkan disebut lebih besar dibandingkan klaster Pasar Kobong.

“Klaster ini penularannya lebih besar daripada klaster Pasar Kobong. Ada di beberapa perusahaan. Ada tiga, di perusahaan A hampir 47 [karyawan yang dinyatakan positif Covid-19], perusahaan B ada 24 [orang], dan perusahaan C hampir 100-an [orang],” tutur Hakam saat dijumpai wartawan di kantornya, Minggu (5/7/2020).

Hakam berharap dengan adanya penemuan klaster penularan Covid-19 di dunia industri itu menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan. Manajemen perusahaan diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya.

Hakam menilai masih banyak perusahaan di Semarang yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Alhasil, penularan Covid-19 rentan terjadi.

“Kemarin kita lakukan tracing, ternyata PHBS [perilaku hidup bersih dan sehat] tidak memadai. Paling besar terjadi [penularan] saat isoma [istirahat, salat, makan]. Makan bareng SOP [standar operasional prosedur] enggak sesuai protokol,” tutur Hakam.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membenarkan jika ada kasus penularan di dunia industri atau klaster perusahaan. Kasus itu terungkap setelah pihaknya melakukan tes massal di beberapa perusahaan.

“Ada salah satu industri yang beberapa karyawan positif. Kita kejar [tracing] di anak perusahaan, keluarga, hingga terus terjadi penambahan pasien yang positif [Covid-19]. Intinya, kita kejar terus agar tidak ada penularan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Sementara itu, hingga Minggu (5/7/2020), total kasus positif Covid-19 di Kota Semarang telah mencapai 1.852 orang. Perinciannya, 706 orang masih dirawat, 952 orang dinyatakan sembuh, dan 194 orang meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top