Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Patok Jalan Tol Solo-Jogja Mulai Dipasang

Patok jalan tol Solo-Jogja itu berbentuk silinder berbahan peralon dengan bagian tengah dicor itu berderet di lahan pertanian serta tepi jalan.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  03:31 WIB
Patok jalan tol Solo/Yogyakarta.
Patok jalan tol Solo/Yogyakarta.

Bisnis.com, KLATEN - Patok-patok mulai dipasangi pada lahan yang bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja di sejumlah kecamatan di Klaten.

Pemasangan patok itu sudah dilakukan selama beberapa hari terakhir terutama di wilayah Klaten sisi utara seperti Kecamatan Delanggu dan Polanharjo.

Patok jalan tol Solo-Jogja itu berbentuk silinder berbahan peralon dengan bagian tengah dicor itu berderet di lahan pertanian serta tepi jalan.

Berdasarkan pantauan, ada patok yang dicat merah-putih serta patok berwarna kuning. Penampakan patok itu seperti yang terlihat di wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo.

Salah satu warga Desa Glagahwangi, Sriyono, mengatakan pemasangan patok jalan tol Solo-Jogja itu dilakukan selama dua hari yakni Rabu-Kamis (28-30/7/2020). Patok dipasang persis di sejumlah bidang yang bakal terdampak tol.

"Pertama itu dipasang patok berupa bambu kemudian dipasang patok yang seperti saat ini. Sebelum memasang patok yang berwarna merah-putih itu, dari kejauhan ada yang bertugas melihat menggunakan alat seperti keker. Mungkin untuk memastikan lokasinya," jelas dia saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Glagahwangi, Kamis (30/7/2020).

Sriyono mengatakan patok dipasang pada lahan milik warga. Soal tujuan pemasangan patok itu, warga belum mengetahui.

Hingga kini, warga juga masih belum menerima sosialisasi rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Glagahwangi.

Di Desa Kapungan yang berada di utara Glagahwangi, patok bercat merah-putih juga terlihat berderet di sawah. Diantara patok merah-putih terlihat patok bercat kuning.

Kepala Desa Kapungan, Rahim Fauzi, membenarkan pemasangan patok itu dilakukan untuk kepentingan rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Sebelumnya ada petugas yang mendatangi kantor desa untuk memasang patok-patok tersebut. Petugas itu meminta ada perangkat desa yang ikut mendampingi pemasangan. "Pemasangan patok kali terakhir dilakukan Rabu [29/7/2020]," tutur dia.

Rahim menuturkan warga sudah diberi tahu mengenai pemasangan pasok jalan tol Solo-Jogja tersebut yang disampaikan ke masing-masing ketua RT.

Rahim mengatakan berdasarkan data calon bidang terdampak jalan tol Solo-Jogja, luas lahan yang terdampak di wilayah Kapungan sekitar 25 ha.

Ihwal rencana pembangunan jalan tol, Rahim menjelaskan pemerintah desa akan mendukung rencana proyek strategis nasional tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top