Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

51 Persen UMKM di Jateng Terkendala Pemasaran

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan 51% UMKM di Jateng mengalami kendala dalam pemasaran.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  17:47 WIB
Pedagang menata camilan dagangannya di pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah, Senin (13/5/2019). - ANTARA/Yusuf Nugroho
Pedagang menata camilan dagangannya di pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah, Senin (13/5/2019). - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, SEMARANG - Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan 51% UMKM di Jateng mengalami kendala dalam pemasaran.

Jumlah UMKM di Jateng yakni 4,1 juta. Dari jumlah tersebut, 51% mengalami kendala pemasaran, 25% mengalami kendala pembiayaan, 5% mengalami kendala bahan baku, dan 19% mengalami kendala lainnya.

Menanggapi kendala UMK di Jawa Tengah, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa menyelenggarakan program UMKM Bangkit di wilayah Jawa Tengah untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi.

"UMKM Bangkit ditujukan untuk mengintegrasikan seluruh potensi ekonomi dan kelembagaan yang ada untuk mendorong kebangkitan UMKM di Jawa Tengah," tuturnya Senin (19/10/2020).

Menurutnya, program ini juga untuk melengkapi program-program serupa yang telah dilakukan beberapa pihak selama ini.

"Potensi ekonomi dan kelembagaan tersebut antara lain, keberadaan Industri Jasa Keuangan sebagai pendukung pembiayaan UMKM, keberadaan marketplace yang begitu marak yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemasaran produk UMKM, keberadaan instansi-instansi Pembina UMKM seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian," jelasnya.

Dia menambahkan, tekhnologi informasi termasuk sistem pembayaran yang sudah demikian maju yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas kerja UMKM.

"UMKM Bangkit memberikan dukungan akses pembiayaan bagi UMKM, pelatihan pemasaran dan transaksi di marketplace, pelatihan pengelolaan keuangan bagi UMKM. Ada juga pelatihan pengelolaan usaha dan produksi, pelatihan perizinan bagi UMKM, pengembangan platform digital," ujarnya.

Aman berharap program UMKM bangkit yang bertujuan untuk meningkatkan geliat ekonomi dan UMKM di Jawa Tengah dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top