Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lahan Tebu di Jateng Semakin Menyusut

Produksi gula nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara nasional.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 04 November 2020  |  08:38 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, SEMARANG – Sepanjang Januari - September 2020, nilai impor gula dan kembang gula di Jawa Tengah meningkat hingga 130,95 persen (yoy). Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah pada Senin (2/11/2020) lalu.

Meningkatnya kebutuhan konsumsi dan industri akan menjadi penyebab utama meningkatnya nilai impor komoditas ini. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Cisilia Sunarti, mengungkapkan bahwa kinerja Pabrik Gula (PG) yang ada di Jawa Tengah masih kurang efisien, sehingga belum bisa meningkatkan produksi gula.

“Apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19 ini [yang] menyebabkan distribusi gula tidak lancar dari semua PG,” ungkapnya pada Bisnis, Selasa (3/11/2020). Cisilia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini, produksi gula nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara nasional.

Data Distanbun Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan penyusutan luas area tanam tebu di Jawa Tengah. Sepanjang 2015 – 2019, terlihat tren penyusutan luas tanam tebu. Penyusutan luas areal penanaman tebu ini tentunya juga berimbas pada menurunnya jumlah produksi batang tebu di Jawa Tengah.

Luas Areal Ditanam (Ha)Luas Areal Dipanen (Ha)Jumlah Produksi Batang Tebu (Ton)
201567.29366.5603.826.118
201658.17556.4243.713.547
201754.36053.1762.904.903
201851.88646.4482.880.763
201948.34347.4592.894.884

Tren ini juga terlihat pada data Distanbun Provinsi Jawa Tengah yang menunjukkan bahwa produksi gula kristal sepanjang 2014 – 2019 yang juga ikut menyusut. Pada 2014 lalu, Distanbun mencatat produksi gula kristal di Jawa Tengah mencapai angka 250.563,48 ton, sementara pada 2019 jumlah produksinya hanya menyentuh angka 182.736,38 ton.

Meskipun demikian, BPS mencatat bahwa meningkatnya nilai impor komoditas gula dan kembang gula ini didominasi untuk pemenuhan bahan baku penolong di masa pandemi ini. BPS menyebut 97 persen komoditas gula yang masuk merupakan bahan baku penolong bagi sektor industri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng gula tebu
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top