Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gula Kristal dan Minyak Kelapa Asal Purworejo Diekspor ke Australia

Hingga saat ini, terdapat 150 UMKM di Jawa Tengah yang telah mengikuti program pengembangan ekspor yang diselenggarakan oleh BI, salah satunya adalah Koperasi Wanita Srikandi di Purworejo yang mengekspor gula kristal dan minyak kelapa organik ke Australia.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 17 November 2020  |  17:09 WIB
rn(Dari kiri) Ketua Koperasi Srikandi Sri Susilowati, Pjs. Bupati Purworejo Yuni Astuti, Kepala Perwakilan BI Jateng Soekowardojo, dan General Manager Koperasi Wanita Srikandi Hanggoro Susanto melakukan pelepasan truk kargo yang mengangkut produk yang akan diekspor ke Australia, Selasa (17/11/2020). Gula kristal dan minyak kelapa organik kualitas ekspor tersebut diproduksi oleh Koperasi Srikandi yang memberdayakan masyarakat Purworejo, Jawa Tengah. (Bisnis - M Faisal Nur Ikhsan)\r\n
rn(Dari kiri) Ketua Koperasi Srikandi Sri Susilowati, Pjs. Bupati Purworejo Yuni Astuti, Kepala Perwakilan BI Jateng Soekowardojo, dan General Manager Koperasi Wanita Srikandi Hanggoro Susanto melakukan pelepasan truk kargo yang mengangkut produk yang akan diekspor ke Australia, Selasa (17/11/2020). Gula kristal dan minyak kelapa organik kualitas ekspor tersebut diproduksi oleh Koperasi Srikandi yang memberdayakan masyarakat Purworejo, Jawa Tengah. (Bisnis - M Faisal Nur Ikhsan)\\r\\n

Bisnis.com, PURWOREJO – Produk gula kristal dan minyak kelapa organik asal Purworejo, Jawa Tengah, mampu menembus pasar Australia. Kedua produk tersebut dihasilkan oleh Koperasi Wanita Srikandi yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah.

Pemberangkatan ekspor kedua produk andalan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Pjs Bupati Purworejo Yuni Astuti, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo.

Dalam sambutannya saat peresmian pemberangkatan produk ekspor ke Australia tersebut, Soekowardojo mengatakan bahwa transaksi ekspor merupakan salah satu jalan keluar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu Indonesia keluar dari resesi.

Dalam konteks Jawa Tengah, lanjut Soeko, terdapat banyak potensi ekspor tak terkecuali produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Dengan berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan, pelaku UMKM di Jateng diharapkan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

Menurut Soeko, UMKM merupakan salah satu penolong di masa resesi. Pasalnya, jumlah UMKM banyak tersebar di berbagai wilayah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Guna meningkatkan kapasitas UMKM, BI menyelenggarakan program pembinaan UMKM di Jateng agar mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional. Hingga saat ini, terdapat 150 UMKM di Jawa Tengah yang telah mengikuti program pengembangan ekspor yang diselenggarakan oleh BI, salah satunya adalah Koperasi Wanita Srikandi.

Soekowardojo berharap apa yang telah dicapai Koperasi Wanita Srikandi ini dapat memicu UMKM lain di Jawa Tengah untuk mulai menembus pasar mancanegara. Tak hanya itu, ia juga berharap bahwa selepas pandemi pun UMKM ini dapat terus berkembang sehingga dapat berkontribusi lebih bagi perekonomian di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Yuni Astuti mengungkapkan bahwa dirinya merasa bangga atas capaian Koperasi Wanita Srikandi.

Menurut Yuni, Koperasi Wanita Srikandi merupakan bukti jika pengelolaan yang baik dapat memberikan pengaruh yang baik bagi usaha. “Koperasi jika diurus dengan baik nyatanya bisa bersaing dengan perusahaan lain ataupun korporasi yang lebih besar,” ujarnya.

Kepala Koperasi Wanita Srikandi, Sri Susilowati, mengungkapkan bahwa ekspor gula kristal dan minyak kelapa organik ke Australia sempat terkendala oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan logistik terhambat.

Saat ini arus logistik produk ekspor sudah mulai terbuka meskipun belum bisa terlalu sering mengirim barang sesuai dengan permintaan pasar. “Sekarang sudah mulai kirim meskipun baru sebulan sekali. Dan ini akan ada tiga kontainer lagi yang akan jalan pada bulan Desember dan Januari,” ungkapnya.

Pameran UMKM Gayeng yang berlangsung pada 21 – 23 Oktober lalu berhasil menghubungkan pelaku UMKM ke pasar luar negeri. Beberapa UMKM tercatat sukses menembus kerjasama ekspor ke Thailand, Hong Kong, Arab Saudi, Taiwan, hingga Amerika Serikat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng bi jateng ekspor nonmigas
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top