Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengangguran Lulusan SMK di Jateng Naik

Lulusan SMK juga masih kurang dibekali dengan soft-skill untuk menghadapi dunia kerja.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  15:02 WIB
Siswa melakukan praktik program teknik kelistrikan di Sekolah Menengah Kejuruan. - Bisnis/Abdulah Azzam
Siswa melakukan praktik program teknik kelistrikan di Sekolah Menengah Kejuruan. - Bisnis/Abdulah Azzam

Bisnis.com, SEMARANG – Badan Pusat Statistik mencatat ada tren kenaikan jumlah lulusan SMK yang mengganggur dalam tiga tahun terakhir.

Pada Agustus 2020 saja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah didominasi oleh lulusan SMK dengan jumlah 13,20 persen.

Padahal Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Sofwan Effendi, mengungkapkan sebuah studi yang menyebutkan bahwa pada 2030, Indonesia membutuhkan ratusan juta tenaga kerja terampil.

"Sebelum 2045, di 2030 studi mengatakan bahwa Indonesia akan membutuhkan 113 juta tenaga kerja terdidik dan ahli juga terampil," kata Sofwan melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020). Meski demikian, banyaknya lulusan SMK menganggur menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang mesti diselesaikan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah menjelaskan kebutuhan industri di Jawa Tengah masih belum diakomodir dengan baik dalam penjurusan di SMK. “Ternyata yang dibutuhkan di industri sekarang lagi garmen, terus furnitur, transportasi. Nah, itukan tidak dihasilkan SMK,” jelasnya, Selasa (8/12/2020).

Tak hanya kompetensi keahlian yang tidak sesuai, menurutnya, lulusan SMK juga masih kurang dibekali dengan soft-skill untuk menghadapi dunia kerja. “Bisa jadi mereka sudah bekerja di industri. Tapi baru satu dua bulan langsung keluar,” jelasnya.

Usaha untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK pun telah dilakukan. Masduqi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pengelola kawasan industri terus dilakukan, seperti di Kawasan Industri Kendal.

“Di KIK kemarin sudah sempat ketemu pengelola. Kerjasama dengan kita dalam hal ini Bursa Kerja Khusus (BKK) dan SMK. Disana nanti ada pemetaan tentang kebutuhan tenaga kerja yang diserap darimana saja, itu sudah mulai dikomunikasikan,” jelasnya.

Balai Latihan Kerja (BLK) juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan industri di Jawa Tengah. Dimana kompetensi keahliannya disesuaikan dengan sektor industri unggul di tiap daerah.

“Kita punya empat BLK provinsi. Kalau di bagian barat, Cilacap itu khusus industri. Kalau di Banjarnegara itu pertanian. Kalau di Semarang I itu untuk pariwisata dan hotel, Semarang II itu untuk kewirausahaan,” jelasnya.

Tak hanya bagi pencari kerja, pelatihan juga diberikan bagi mereka yang sudah bekerja di industri. Dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing. “Contohnya ada program motivasi disiplin dan etos kerja, ada juga pelatihan leadership, ada pelatihan supervisory, total quality control, itu pelatihan yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi mereka yang sudah bekerja di perusahaan,” tambahnya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan.
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah

%
Agustus 2018
Agustus 2019
Agustus 2020
SD
2,14
2,09
3,70
SMP
4,62
4,64
6,40
SMA/Umum
6,50
6,26
8,41
SMK
10,60
9,92
13,20
Diploma I/II/III
3,64
3,59
6,46
Universitas
5,47
5,44

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pengangguran smk
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top