Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga dan Stok Daging Sapi di Jateng Masih Terkendali

Disperindag Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa harga daging sapi masih stabil. Stok juga diklaim masih dalam batas aman.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  17:59 WIB
Ilustrasi-Pedagang daging sapi segar melayani konsumen. - Bisnis/Endang Muchtar
Ilustrasi-Pedagang daging sapi segar melayani konsumen. - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, SEMARANG – Kenaikan harga bakalan sapi asal Australia belum mempengaruhi harga daging sapi di Jawa Tengah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, mengungkapkan bahwa baik harga ataupun stok daging sapi di Jawa Tengah masih terkendali. “Memang daging sapi itu berkelompok, berbeda-beda jenisnya, selama satu bulan ini tidak ada lonjakan harga,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (21/1/2021).

Berdasarkan pantauan harga Disperindag Provinsi Jawa Tengah, harga daging sapi di 5 pasar di Kota Semarang masih terpantau stabil. “Yang paling mahal memang yang daging sapi has dalam, Rp127.000 per kilogram, tetapi kalau yang lainnya masih Rp111.000 per kilogram, seperti daging sapi paha depan,” jelas Arif ketika diwawancarai melalui telepon.

Per 18 Januari 2021, Disperindag Provinsi Jawa Tengah mencatat harga rata-rata daging sapi has dalam di Kota Semarang mencapai Rp127.600 per kilogram. Tidak ada kenaikan harga apabila dibandingkan dengan pantauan harga kebutuhan pokok masyarakat pada bulan Desember ataupun November 2020. Sementara itu, harga rata-rata daging sapi paha depan berkisar di Rp111.000 per kilogram.

Pasokan daging sapi di Jawa Tengah sebagian besar berasal dari Boyolali. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa pada tahun 2019, daerah ini memproduksi 14.147,83 ton daging sapi. Lebih tinggi ketimbang tahun 2018 dengan 13.294,28 ton daging. Secara kumulatif, kapasitas produksi daging sapi di Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai 68.992,25 ton. Angka ini juga lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tahun 2018 dengan kapasitas produksi sebanyak 64.755,61 ton.

Sebelumnya, pedagang daging sapi di kawasan Jabodetabek mogok berjualan karena tingginya lonjakan harga daging sapi di daerah tersebut. Aksi tersebut dilakukan pada 20 – 22 Januari 2021. Asnawi, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menjelaskan bahwa kenaikan harga daging disebabkan oleh kenaikan harga bakalan sapi impor asal Australia.

Kenaikan harga daging sapi di Jabodetabek pada tingkat distributor mencapai Rp12.000 per kilogram. Sehingga, harga yang semula dipatok Rp115.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp125.000 – Rp127.000 per kilogram.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian berusaha mengurangi lonjakan harga tersebut dengan membuka izin impor bakalan sapi baru. Rencananya, pada Februari mendatang, pengapalan sapi dari Meksiko akan dilakukan. Diperkirakan, sebanyak 502.000 ekor sapi asal Meksiko akan didatangkan ke Indonesia.

 

Jenis Daging Sapi

Harga Rata-Rata per Kilogram

Oktober 2020

November 2020

Desember 2020

Januari 2021

Paha Depan

Rp111.000

Rp111.000

Rp111.000

Rp111.000

Paha Belakang

Rp111.000

Rp111.000

Rp111.000

Rp111.000

Has Luar (Sirloin)

Rp113.000

Rp113.000

Rp113.000

Rp113.000

Sandung Lamur / Brisket

Rp87.000

Rp88.000

Rp88.000

Rp88.000

Tetelan

Rp78.000

Rp78.000

Rp78,000

Rp78,000

Impor Beku

Rp80.000

Rp80.000

Rp80.000

Rp80.000

Has Dalam

Rp126.600

Rp127.600

Rp127.600

Rp127.600

 

Data perkembangan harga daging sapi di Kota Semarang per 18 Januari 2021.
Pantauan dilakukan di 5 pasar di Kota Semarang selama 4 bulan terakhir.

 

Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Tengah


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah harga daging
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top