Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2020, Realisasi Investasi di Jateng Mencapai Rp50,24 Triliun

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jadi pendorong utama realisasi investasi di Jawa Tengah. Rendahnya Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan imbas dari pandemi Covid-19.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  15:28 WIB
Ilustrasi. Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020).  - ANTARA
Ilustrasi. Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020). - ANTARA

Bisnis.com, SEMARANG – Realisasi investasi di Jawa Tengah melampaui target yang ditentukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2020 mencapai Rp50,24 triliun atau 202 persen dari target yang ditentukan. Sebelumnya, BKPM menargetkan realisasi investasi di Jawa Tengah sebanyak Rp24,89 triliun.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Ratna Kawuri mengungkapkan bahwa nilai Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Tengah mencapai Rp19,63 triliun. Sementara itu, nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di angka Rp30,61 triliun.

Tingginya realisasi PMDN tersebut, menurut Ratna, disebabkan oleh pembatasan akses berbagai negara karena pandemi Covid-19.

“Bagaimana kekuatan PMDN pada kondisi krisis justru menjadi penolong, kinerja semakin meningkat. [Hal tersebut dikarenakan] PMA mengalami keterbatasan aktivitas transportasi yang constrain (memaksa) kondisi di sana,” jelasnya, Jumat lalu (29/1/2021).

Secara nasional, realisasi PMA di Jawa Tengah berada di urutan ke 9 dengan jumlah proyek mencapai 2.795 proyek di tahun 2020. Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi PMA tertinggi di Indonesia. Tercatat, di wilayah ini, nilai investasi asing mencapai US$ 4.793 juta dengan jumlah proyek mencapai 11.031 proyek. Sementara itu, realisasi PMDN Jawa Tengah berada di urutan ke 6 secara nasional.

Realisasi investasi nasional di tahun 2020 mencapai Rp826,3 triliun. “Ada kenaikan sekitar Rp9 triliun. Kita lihat di sini, PMDN berkontribusi lebih besar dibandingkan PMA. Di era pandemi Covid-19, peran PMDN sangat luar biasa sebagai benteng pertahanan realisasi investasi,” ungkap Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM dalam konferensi pers yang dilakukannya pekan lalu (25/1/2021).

Sepanjang 2020, investasi di Pulau Jawa masih menjadi primadona. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp408,8 triliun dengan PMDN sebesar Rp214,5 triliun dan PMA sebesar US$13,5 miliar. Berbagai proyek investasi di Pulau Jawa berhasil menyerap tenaga kerja indonesia sebesar 1.156.361 orang. Proyek berbasis PMDN menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak dengan 611.335 orang tenaga kerja. Sementara itu, proyek PMA berhasil menyerap 545.026 orang tenaga kerja yang ada.

Penyerapan tenaga kerja dari pengerjaan proyek investasi di Jawa Tengah mencapai 170.036 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya 114.743 orang.

 

Proyek investasi dalam negeri yang menjadi unggulan di Jawa Tengah berasal dari sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, listrik, gas dan air. Investor dalam negeri juga banyak yang melirik wilayah Tegal, Kota Semarang, Cilacap, Grobogan, dan Kudus untuk menjalankan proyeknya. Sementara itu, investor luar lebih memilih Batang, Jepara, Kota Semarang, Brebes, dan Kendal. (K28)

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi jateng
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top