Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Pembangunan Manusia di Klaten Lampaui Jawa Tengah

IPM Tahun 2020 di Kabupaten Klaten mencapai 75,56 persen atau mengalami kenaikan 0,186 poin dibandingkan tahun 2019.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  16:20 WIB
Seorang pekerja memberi pakan ikan pada akuarium dari ban yang telah jadi di Cabakan, Sengon, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/3/2021). Hasil inovasi kerajinan pembuatan akuarium dengan memanfaatkan bahan dasar ban bekas tersebut telah dapat membangkitkan ekonomi warga setempat saat pandemi Covid-19, yang dijual dari harga Rp600 ribu hingga Rp1 juta tergantung ukuran ban dan isi aksesorinya serta telah memenuhi permintaan pasar di Jakarta, Bandung, Cilacap dan Yogyakarta. - Antara/Aloysius Jarot
Seorang pekerja memberi pakan ikan pada akuarium dari ban yang telah jadi di Cabakan, Sengon, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/3/2021). Hasil inovasi kerajinan pembuatan akuarium dengan memanfaatkan bahan dasar ban bekas tersebut telah dapat membangkitkan ekonomi warga setempat saat pandemi Covid-19, yang dijual dari harga Rp600 ribu hingga Rp1 juta tergantung ukuran ban dan isi aksesorinya serta telah memenuhi permintaan pasar di Jakarta, Bandung, Cilacap dan Yogyakarta. - Antara/Aloysius Jarot

Bisnis.com, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten mencatat kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut sebesar 0,186 poin pada tahun 2020. IPM Kabupaten Klaten pada tahun 2020 mencapai 75,56 persen, sementara di tahun 2019 angkanya hanya 75,29 persen.

Hal ini merupakan upaya keras kami selaku pemangku daerah untuk mempertahankan tren positif meski menghadapi pandemi yang terjadi secara global,” jelas Sri Mulyani, Bupati Klaten, dalam keterangan resmi, Selasa (16/3/2021).

Bidang kesehatan dan pendidikan menjadi beberapa penunjang kenaikan IPM di wilayah tersebut. Di bidang pendidikan, tingkat partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini mencapai 73,97 persen, pendidikan dasar, 88,45 persen, pendidikan menengah pertama, 71,14 persen, sementara tingkat partisipasi pendidikan kesetaraan usia 7 – 18 tahun mencapai 5,79 persen.

Dari bidang kesehatan, rasio daya tampung rumah sakit rujukan pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,13 persen, layanan ibu hamil mencapai 93,44 persen, layanan persalinan 96,92 persen, sementara pelayanan kesehatan balita 92,71 persen.

Apabila dilakukan perbandingan, IPM Kabupaten Klaten berada di angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah ataupun nasional. IPM di Jawa Tengah pada tahun 2020 berada di angka 71,87 persen, sementara di tahun 2019 angkanya berada di 71,73 persen, atau berada di peringkat 13 secara nasional. Sementara itu, di tingkat nasional, IPM berada di angka 71,94 persen pada tahun 2020.

Berbagai program telah disiapkan Bupati Klaten demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut, termasuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Selain meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Klaten, berbagai proyek pembangunan infrastruktur juga disiapkan demi meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Pada tahun kedua masa jabatannya, Sri Mulyani bakal fokus melakukan pemulihan ekonomi sembari melakukan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sementara itu, pada tahun ketiga hingga kelima, orang nomor satu di Klaten tersebut berjanji akan meningkatkan pemanfaatan sumberdaya yang berkualitas, sembari memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di daerah tersebut.

Dalam Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Klaten tahun 2021, pendapatan daerah di wilayah tersebut ditargetkan akan menyentuh angka Rp2,1 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan di angka Rp249 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng klaten
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top