Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wakil Bupati Sleman Paparkan Ketahanan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok

Permintaan masyarakat dilaporkan menurun sekitar 30 - 50 persen pada masa pandemi Covid-19.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  15:09 WIB
Pekerja mengemas susu kambing bubuk di pengolahan susu kambing Sahabat Ternak, Kemiri Kebo, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (17/2/2021). Tempat pengolahan yang beroperasi sejak 2014 itu mampu mengolah sekitar 1.000 liter susu kambing menjadi produk susu kambing cair maupun bubuk dengan berbagai varian rasa setiap harinya dan telah dipasarkan ke seluruh Indonesia. - Antara/Andreas Fitri Atmoko.
Pekerja mengemas susu kambing bubuk di pengolahan susu kambing Sahabat Ternak, Kemiri Kebo, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (17/2/2021). Tempat pengolahan yang beroperasi sejak 2014 itu mampu mengolah sekitar 1.000 liter susu kambing menjadi produk susu kambing cair maupun bubuk dengan berbagai varian rasa setiap harinya dan telah dipasarkan ke seluruh Indonesia. - Antara/Andreas Fitri Atmoko.

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memantau harga komoditas pokok di pasar-pasar tradisional, termasuk di Pasar Gamping, Sleman,  Selasa (23/3/2021).

Tim yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY, Tri Saktiyana menemukan sejumlah fakta lapangan, salah satunya kenaikan harga cabai merah. Selain komoditas tersebut, fluktuasi harga komoditas pokok terpantau masih terkendali. Misalnya saja daging sapi, terpantau berada di harga Rp120.000 per kilogram. Adapun ketersediaan komoditas pokok tersebut masih mencukupi.

Menjelang bulan Ramadhan tahun 2021 ini, harga beberapa komoditi masih dalam kondisi stabil, yang masih bergejolak adalah cabai merah dengan harga Rp110.000 minggu lalu dan mengalami penurunan menjadi Rp100.000 pada saat ini,” jelasnya melalui keterangan resmi.

Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman, yang juga mengikuti pemantauan harga komoditas tersebut mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19 terjadi penurunan permintaan dari sisi konsumen. “Permintaan masyarakat cenderung menurun sekitar 30 – 50 persen, sehingga harga tidak melonjak tinggi,” jelasnya.

Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan DIY, Probo Sukesi, menjelaskan bahwa ada beberapa komoditas yang menyumbang inflasi di DIY pada bulan Februari. Beberapa komoditas tersebut adalah cabai rawit, rokok kretek filter, daging ayam, kangkung, serta harga sewa rumah. Dilaporkan bahwa inflasi di DIY pada bulan Januari dan Februari 2021 berada di angka 0,80 persen, jauh lebih tinggi ketimbang angka inflasi nasional yang berada di 0,36 persen.

Sebelumnya, Tim TPID DIY telah melakukan pemantauan harga di Pasar Bantul. Dalam pemantauan tersebut, dilaporkan bahwa baik harga ataupun komoditas pangan di wilayah tersebut masih stabil. Komoditas pokok seperti telur, daging ayam, gula pasir, minyak goreng, serta daging sapi relatif stabil tanpa kenaikan harga.

Selain melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional, Tim TPID DIY juga melakukan pemantauan harga ke pasar modern seperti Superindo Cabang Dongkelan. 

Pada perkembangan lainnya, di Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah masih melakukan persiapan terkait rencana pengendalian harga komoditas pokok jelang bulan Ramadhan.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman diy
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top