Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hujan Jadi Penyebab Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Jambu

Curah hujan yang cukup deras pada Senin (29/3/2021) mengakibatkan terjadinya bencana longsor di beberapa titik di Kabupaten Semarang. Selain menutup akses jalan, longsor juga merusak rumah warga.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:05 WIB
Hujan deras pada Senin (29/3/2021) lalu mengakibatkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.  -  BPBD Provinsi Jawa Tengah
Hujan deras pada Senin (29/3/2021) lalu mengakibatkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. - BPBD Provinsi Jawa Tengah

Bisnis.com, SEMARANG – Hujan deras yang turun pada Senin (29/3/2021) lalu mengakibatkan terjadinya bencana longsor di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mencatat setidaknya ada dua titik terjadinya bencana, yaitu di Dusun Wonokasihan, Desa Bedono, dan Dusun Gertas, Desa Brongkol. Longsor yang terjadi di Dusun Wonokasihan dilaporkan merusak beberapa rumah warga di RT 01, 02, 05, 06, 07, dan 08 yang berlokasi di RW 08.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa mengungkapkan bahwa hujan deras yang terjadi selama 2 jam menjadi penyebab utama bencana longsor di wilayah tersebut.

“Di RT 05 RW 08 Dusun Wonokasihan, ada tebing setinggi 20 meter yang longsor menimpa kamar mandi dan kandang hewan milik warga,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (30//3/2021).

Tak hanya mengenai rumah, bencana tanah longsor juga ikut merusak kendaraan milik warga. Dilaporkan, sebuah mobil yang terparkir sempat terperosok ke bibir sungai. Kini, kendaraan milik warga tersebut telah dievakuasi dengan mobil derek.

Di Dusun Gertas, bencana tanah longsor menimpa rumah salah seorang warga. “Bantuan logistik berupa paket keluarga telah diserahkan kepada 3 Kepala Keluarga di wilayah tersebut,” jelas Dikki.

Warga Dusun Gertas juga secara swadaya telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa tanah longsor. “Penyaluran bantuan logistik [juga] berjalan lancar,” tambah Dikki.

Bencana tanah longsor tersebut menambah panjang daftar kejadian kebencanaan di Jawa Tengah. Berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Tengah, sejak Januari hingga Februari 2021, setidaknya ada 726 kejadian kebencanaan yang terjadi.

Pada periode tersebut, bencana tanah longsor menjadi salah satu kejadian kebencanaan yang paling sering terjadi. Berdasarkan data tersebut, setidaknya ada 370 kejadian tanah longsor yang dilaporkan.

BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat ada seluas 678,738 hektare lahan di Jawa Tengah yang berpotensi rawan longsor. Di Kabupaten Semarang sendiri, 23.292 hektare lahan masuk ke dalam kategori rawan longsor.

Beberapa indikator digunakan untuk menentukan potensi bencana longsor. Seperti kemiringan lereng, arah lereng, panjang lereng, tipe batuan, jarak dari patahan atau sesar aktif, tipe atau tekstur tanah, kedalaman tanah, curah hujan, serta stabilitas lereng.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top