Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog: Mudik Dilarang atau Tidak Kasus Covid-19 Tetap Naik

Larangan bepergian mestinya telah dilakukan sejak awal pandemi. Kini, pemerintah diminta tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan yang ada. Masyarakat juga diminta untuk mulai mengurangi mobilitas.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 26 April 2021  |  20:36 WIB
Sejumlah kendaraan berpelat nomor luar Jateng terlihat melintasi jalan Pungkruk-Gabugan, Sragen, Kamis (22/4/2021).  JIBI - Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri
Sejumlah kendaraan berpelat nomor luar Jateng terlihat melintasi jalan Pungkruk-Gabugan, Sragen, Kamis (22/4/2021). JIBI - Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Riris Andono Ahmad, Ahli Epidemiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, menyatakan peningkatan kasus Covid-19 akan tetap terjadi, terlepas dari ada tidaknya mudik di tahun ini. 

Mau mudik atau tidak mudik pasti akan terjadi peningkatan kasus, karena sudah ada transmisi. Banyak peningkatan kasus,” jelasnya belum lama ini.

Dalam keterangan resminya, Riris menilai bahwa larangan mudik lebaran mestinya dibarengi dengan pembatasan mobilitas masyarakat. Pasalnya menjelang libur Lebaran, mobilitas masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

Menurutnya, pemerintah mesti bertindak tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan yang ada. Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. 

“Kuncinya tahu kapan mengetatkan, kapan melonggarkan, dan pembatasan seperti apa yang harus dilakukan,” jelas Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM tersebut.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan berbagai skenario kedatangan pemudik saat libur Lebaran. “Selama Ramadan ini kami minta Lurah, Camat, dan beberapa OPD untuk mengaktifkan posko PPKM. Seperti Ramadan dan Lebaran tahun lalu, melakukan pengawasan dan pemantauan orang yang datang dari luar Yogyakarta,” jelas Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Pada perkembangan lainnya, di Temanggung, pemerintah setempat bakal membangun posko pengamanan libur Lebaran di 6 lokasi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi mobilitas pemudik, baik yang keluar atau masuk wilayah tersebut. 

Rencana tersebut akan terus dikoordinasi Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan instansi terkait. “Kemarin Polres sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan materi rapatnya, utamanya menentukan titik-titik mana yang akan dibentuk posko,” jelas Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo, dalam keterangan resmi tertanggal 25 April 2021. 

Nantinya, posko pengamanan tersebut akan didirikan di Bejen, Kledung, Selopampang, Kranggan, Pringsurat, dan Kaloran. Keenam daerah tersebut dipilih karena berbatasan dengan daerah lain.

“Tetap harus dijaga, sebagai bentuk antisipasi kalau masih ada pemudik yang pulang ke Temanggung ataupun warga Temanggung yang akan mudik keluar Temanggung,” jelas Heri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Mudik Lebaran Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top