Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Lebaran, Jateng Siaga Hadapi Klaster Covid-19 di Keluarga

Arus mudik dan balik Idulfitri 1442 H secara keseluruhan jumlahnya berkurang dibandingkan tahun lalu.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  13:03 WIB
Ilustrasi - Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tengah menjalani pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan peralatan GeNose C19, Rabu (28/4/2021). - Humas PT AP I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Ilustrasi - Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tengah menjalani pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan peralatan GeNose C19, Rabu (28/4/2021). - Humas PT AP I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai klaster keluarga yang berpotensi muncul setelah Idulfitri. 

Ganjar juga menegaskan bahwa semua prosedur untuk menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan seperti rapid test antigen pada arus balik serta menyiagakan SDM, tempat isolasi mandiri, dan rumah sakit selama 14 hari ke depan.

"Sekarang klaster yang banyak di Jawa Tengah dari keluarga. Untuk itu masyarakat harus siaga di keluarga, jangan sepelekan. Ini perlu menjadi perhatian semua agar tetap menjaga prokes karena potensi penambahan ada," kata Ganjar, Senin (17/5/2021).

Ganjar menjelaskan evaluasi sementara terkait arus mudik dan balik Idulfitri 1442 H secara keseluruhan jumlahnya berkurang dibandingkan tahun lalu. Mereka adalah pemudik yang menggunakan izin dan prosedur yang benar maupun yang menerobos, 

Jika tahun lalu mencapai sekitar 1 jutaan, pada tahun ini sekitar 600 ribuan. Hal ini tentu terlaksana atas banyaknya masyarakat yang taat untuk tidak mudik.

"Tentu saja arus balik ini juga menjadi catatan kita agar semua dalam kontrol yang ketat karena tidak hanya soal kemacetan, keamanan, tetapi juga kesehatan. Maka di beberapa titik tetap saja random sampling test khususnya rapid tes antigen itu tetap dilakukan," ujar Ganjar.

Ia pun menyebutkan pembagian tugas dengan Wakil Gubernur Jateng serta peran Bupati, Wali Kota, dan Forkompida.

"Saya berbagi tugas dengan Wagub untuk monitoring di beberapa tempat. Saya menyampaikan terima kasih ada Bupati dan Wali Kota bersama Forkompindanya yang kompak," jelasnya.

Ganjar tidak menampik adanya temuan warga positif Covid-19 saat arus mudik. Meskipun begitu jumlah pastinya belum diketahui karena masih menunggu evaluasi secara keseluruhan.

Sementara dari data yang ada pekan lalu setidaknya ada sekitar 28 orang yang kedapatan positif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen di jalur penyekatan.

"Ada. Datanya kemarin terus muncul, saya belum update tetapi beberapa waktu lalu, tepatnya satu pekan lalu ada sekitar 28 orang. Sampai dengan tadi dilaporkan di Banyumas menemukan tidak sampai 10 orang. Mudah-mudahan itu bisa menjaga," katanya.

Untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus Covid-19 pascalebaran, Ganjar sudah meminta seluruh kepala daerah agar meningkatkan kewaspadaan.

Begitu juga dengan penyiapan tempat isolasi, baik isolasi mandiri maupun isolasi dan ICU di rumah sakit. Kesiapsiagaan itu berlangsung selama 14 hari ke depan.

"Tempat isolasi dan rumah sakit saya minta untuk standby. Kami minta paling tidak selama 14 hari ke depan SDM siap, khususnya Yankes rumah sakit dan pelayanan medis harus siap, empat isolasi disiapkan baik yang di rumah sakit maupun mandiri agar kita siap siaga kalau ada peningkatan," kata Ganjar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng ganjar pranowo keluarga
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top