Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pangdam Diponegoro Soroti Kekurangan Penanganan Covid-19 di Kudus

Ganjar mengeluh karena banyak pasien Covid-19 di rumah sakit yang dijenguk dan ditunggu anggota keluarga.
Kaled Hasby Ashshidiqy
Kaled Hasby Ashshidiqy - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  11:36 WIB
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto, saat menggelar konferensi pers terkait penanganan Covid-19 Kudus di Makodam IV Diponegoro, Kota Semarang, Selasa (8/6/2021). JIBI - Solopos.com/Imam Yuda S.
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto, saat menggelar konferensi pers terkait penanganan Covid-19 Kudus di Makodam IV Diponegoro, Kota Semarang, Selasa (8/6/2021). JIBI - Solopos.com/Imam Yuda S.

Bisnis.com, SEMARANG - Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto, menyoroti sejumlah kekurangan dalam penanganan Covid-19 yang perlu diperbaiki.

Dia menilai prosedur operasional standar (SOP) yang diterapkan para tenaga kesehatan (nakes) di Kudus masih perlu perbaikan.

Hal itu disampaikan Pangdam saat menggelar konferensi pers di Makodam Diponegoro, Kota Semarang, Selasa (8/6/2021) siang.

Perbaikan itu tak lain adalah kurangnya tingkat kedisiplinan nakes mengikuti prosedur tetap (protap) dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menangani pasien Covid-19.

“Kami melihat ada SOP yang harus ditekankan. SOP bagaimana menggunakan dan melepas APD [alat pelindung diri] agar tidak membahayakan nakes itu sendiri,” ujar Pangdam.

Selain penggunaan APD, Pangdam juga meminta nakes menjalankan standar operasional saat menangani pasien Covid-19 di rumah sakit.

Pihaknya juga menyoroti kondisi laboratorium Covid-19 di Kudus yang butuh perbaikan.

“Untuk laboratorium di Kudus perlu perbaikan. Termasuk, dalam pemasangan HEPA Filter [penyaring udara]. Perbaikan akan kita lakukan selama dua hari ke depan. Untuk sementara, penggunaan laboratorium akan bekerja sama dengan Undip dan RS di Salatiga,” terang Pangdam.

Keluhan Ganjar

Sebelumnya, standar penanganan pasien Covid-19 di Kudus juga pernah dikeluhkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Kala itu, Ganjar mengeluh karena banyak pasien Covid-19 di rumah sakit yang dijenguk dan ditunggu anggota keluarga.

Anggota keluarga ini bahkan melakukan kontak fisik dengan pasien, meski pun tidak terpapar Covid- 19. Mereka juga tidak menerapkan jaga jarak dan berkerumun dengan sesama anggota keluarga pasien lain di rumah sakit.

Kondisi semacam ini pun membuat persebaran Covid-19 di Kudus kian meningkat. Penularan tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat umum, tapi juga para nakes.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, ada lebih dari 200 nakes di Kudus yang positif Covid-19. Namun, data yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, bahwa nakes di Kudus yang positif Covid-19 saat ini mencapai 350 orang.

Sementara itu berdasarkan laman corona.kuduskab.go.id, kasus Covid-19 di Kudus per 8 Juni 2021 mencapai 9.400. Perinciannya, kasus aktif mencapai 1.987 orang, kasus sembuh 6.650 orang, dan kasus meninggal dunia mencapai 763 orang.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo kudus Covid-19

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top