Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solo Memasuki Tren Ekonomi Positif

Secara normal itu memasuki zona positif karena aktivitas ekonomi juga sudah mulai menggeliat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  15:59 WIB
Karyawan menunjukkan produk kerajinan tas dan kipas lukis dengan tema Jepang di Nasrafa, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/6/2021). Produk kerajinan lukis yang dijual seharga Rp250.000 hingga Rp1 juta tergantung motif tersebut disiapkan untuk souvernir menyambut Olimpiade 2021 di Tokyo, Jepang. - Antara/Maulana Surya
Karyawan menunjukkan produk kerajinan tas dan kipas lukis dengan tema Jepang di Nasrafa, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/6/2021). Produk kerajinan lukis yang dijual seharga Rp250.000 hingga Rp1 juta tergantung motif tersebut disiapkan untuk souvernir menyambut Olimpiade 2021 di Tokyo, Jepang. - Antara/Maulana Surya

Bisnis.com, SOLO - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta menyatakan saat ini Kota Solo memasuki zona ekonomi positif seiring dengan upaya pemulihan perekonomian yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan bahwa dilihat secara historis, pertumbuhan ekonomi wilayah Soloraya selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa Tengah.

Sebagai catatan, Pada periode 2020, pertumbuhan ekonomi Soloraya tercatat minus 1,58 persen. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional minus 2,07 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah minus 2,65 persen.

Pada kuartal I/2021, pertumbuhan ekonomi nasional masih terkontraksi 0,74 persen namun sudah menunjukkan tren perbaikan. Jika dibandingkan dengan masa awal pandemi Covid-19, kondisi saat ini menunjukkan perbaikan secara bertahap dari sebelumnya minus 5,32 persen kemudian membaik menjadi minus 3,49 persen, berlanjut ke minus 2,19 persen, dan kemudian minus 0,74 persen.

"Secara normal itu memasuki zona positif karena aktivitas ekonomi juga sudah mulai menggeliat," katanya, Kamis (10/6/2021).

Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan uang kartal pada periode Ramadan tahun ini jika dibandingkan tahun lalu meskipun pemerintah masih memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat termasuk peniadaan mudik Lebaran.

Pihaknya mencatat, pada tahun lalu kebutuhan kartal pada periode Ramadan dan Lebaran di Soloraya mencapai Rp3 triliun. Ia mengatakan angka ini meningkat pada periode Ramadan dan Lebaran tahun lalu, bahkan realisasi tahun ini melebihi target awal.

"Awalnya kami perkirakan Rp3,7 triliun dan ternyata realisasinya sebesar Rp4,52 triliun. Ini menandakan ekonominya sudah menggeliat," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, sektor kesehatan tidak boleh dikesampingkan. Ia mengatakan jika ada lonjakan kasus positif Covid-19 maka akan dilakukan pembatasan kembali oleh pemerintah setempat dan akhirnya akan berpengaruh pada perekonomian.

"Dengan demikian harapannya ada peningkatan disiplin dan jumlah vaksinasi mencukupi sehingga tingkat positif terjaga rendah bahkan menurun," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Pertumbuhan Ekonomi Solo

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top