Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Air dan Sanitasi, Membuka Akses Air Bersih di Perdesaan

Pinjaman dari perbankan dalam bentuk kredit modal kerja dapat digunakan untuk membeli pompa air, menambah sambungan rumah baru, membeli pipa untuk membuka jaringan baru, ataupun menggali sumur baru guna meningkatkan kapasitas.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  18:59 WIB
Kredit Air dan Sanitasi, Membuka Akses Air Bersih di Perdesaan
Petugas mencatat penggunaan air pelanggan layanan air bersih yang dikelola oleh Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS). - Foto: Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG — Kredit dari perbankan semakin deras mengalir ke proyek pengelolaan air bersih di kawasan perdesaan di Jawa Tengah. Pengenalan lebih dalam terhadap potensi pengelolaan air oleh masyarakat, didukung oleh penjaminan oleh perusahaan penjamin kredit, membuat bank kian berani menyalurkan kredit.

Penyaluran kredit air dan sanitasi di Jawa Tengah mengalir melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang merupakan program pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Pamsimas yang bertujuan meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak, dibangun dengan melibatkan masyarakat yang berperan sebagai pengelola. Ketika fasilitas tersebut sudah selesai dibangun, dibentuk lembaga yang mewakili masyarakat setempat untuk mengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS). Lembaga ini disebut dengan Kelompok Pengelola SPAMS atau KPSPAMS.

Secara nasional, program yang dimulai sejak 2008 ini telah memfasilitasi setidaknya 32.000 desa yang tersebar di 408 kabupaten di 33 provinsi. Sebagian besar berada di Pulau Jawa.

Di Jawa Tengah, skema kredit perbankan telah mulai masuk untuk mendukung keberlanjutan program Pamsimas. Setelah sistem air bersih dan sanitasi terbangun, KPSPAMS dapat mengajukan pinjaman ke perbankan untuk mengembangkan layanan penyediaan air bersih guna menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Pinjaman dari perbankan dalam bentuk kredit modal kerja dapat digunakan untuk membeli pompa air, menambah sambungan rumah baru, membeli pipa untuk membuka jaringan baru, ataupun menggali sumur baru guna meningkatkan kapasitas.

Merujuk pada data Water.org, penyaluran kredit mikro kepada program Pamsimas telah mencapai 424 pinjaman senilai Rp14 miliar hingga Mei 2021. Kredit itu disalurkan oleh 22 lembaga keuangan Bank Perkreditan Rakyat – Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) di Jawa Tengah.

Salah satu lembaga penyalur kredit air dan sanitasi adalah PT BPR BKK Kendal (Perseroda). Ahmad Mundolin, Dirut BPR BKK Kendal, mengatakan bahwa saat ini penyaluran kredit air telah menjadi salah satu portofolio terbesar penyaluran kredit oleh lembaga keuangan mikro tersebut.

Menurut Ahmad, penyaluran kredit air pertama kali diperkenalkan oleh Water.org, sebuah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang fokus pada upaya untuk mengatasi krisis air global. Pada tahap awal, lembaga nirlaba tersebut memperkenalkan konsep penyaluran kredit air kepada bank.

Sebelum menyalurkan kredit air kepada SPAMS, lembaga keuangan terlebih dahulu menilai aspek kelayakan agar pembiayaan tidak berakhir sebagai kredit bermasalah di kemudian hari. Menurut Ahmad, ada empat aspek yang menjadi bahan penilaian yakni pengelolaan, kelembagaan, legalitas, dan keuangan.

“Titik ragunya pada saat penilaian awal bagaimana menilai kapasitas produksi dari SPAMS itu. Bagaimana menilai bahwa proyek tersebut feasible walaupun memang belum bankable,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

Pada tahap awal menyalurkan kredit air, BPR BKK Kendal menetapkan plafon pinjaman paling banyak Rp50 juta. Seiring dengan perkembangan SPAMS yang dikelola masyarakat, kini plafon ditingkatkan hingga maksimal Rp250 juta.

Ahmad menilai penyaluran kredit air cukup menjanjikan. Dengan rate kredit rata-rata di bawah 2% per bulan, margin yang diperoleh bank masih tebal. Apalagi, kualitas kredit sangat baik sehingga bank tidak terlilit oleh kredit macet.

“Prospek penyaluran kredit air ini juga sangat baik. Di Kabupaten Kendal, saat ini terdapat 144 SPAMS yang beroperasi. Tapi tentu saja kami memilih hanya yang sehat yang dibiayai,” tambahnya.

PENJAMINAN KREDIT

Derasnya penyaluran kredit air tidak lepas dari peran perusahaan penjaminan kredit. Di Jawa Tengah, PT Jamkrida Jateng merupakan pihak yang berperan sebagai penjamin kredit bagi lembaga keuangan yang menyalurkan kredit air dan sanitasi kepada KPSPAMS.

Peran perusahaan penjamin kredit diperlukan karena kredit air dan sanitasi merupakan fasilitas kredit tanpa agunan. Keberadaan perusahaan penjaminan menjadi penopang bagi perbankan yang memiliki portofolio kredit kepada KPSPAMS.

Sampai dengan April 2021, Jamkrida Jateng telah memberikan 41 penjaminan kredit dengan total nominal pokok Rp1,2 miliar kepada 9 lembaga keuangan yang menyalurkan kredit kepada KPSPAMS. 

Direktur Utama Jamkrida Jateng Nazir Siregar mengatakan bahwa fasilitas penjaminan kredit tersebut telah mempermudah KPSPAMS mengakses lembaga keuangan. Di lain sisi, penjaminan juga membuat lembaga keuangan merasa aman untuk memberikan kredit kepada KPSPAMS. 

“Dalam konteks KPSPAMS ini, penjaminan kredit ini bentuk kepeculian dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan akses dan sanitasi di Jateng. Kami melihat riwayat KPSPAMS sangat baik. Dan sebelum kami mengembangkan jaminan, seluruh stakeholder telah melakukan mitigasi risiko,” katanya. 

Penyaluran kredit mikro kepada para pengelola fasilitas penyediaan air minum dan sanitasi di perdesaaan membutuhkan dukungan banyak pihak. Perjalanan masih panjang, untuk mencapai target 100 persen penyediaan akses air minum bagi 405 desa di Jawa Tengah melalui Program Pamsimas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bank kredit mikro
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top