Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boyolali Laksanakan Gerakan Di Rumah Saja, 27 Juni – 4 Juli

Gerakan Boyolali di Rumah Saja dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Boyolali No.300/2015/5.5/2021
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 25 Juni 2021  |  13:40 WIB
Di rumah saja.  - Istimewa
Di rumah saja. - Istimewa

Bisnis.com, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali bakal melaksanakan gerakan Boyolali di Rumah Saja selama seminggu kedepan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, gerakan Boyolali di Rumah Saja akan membatasi sejumlah kegiatan masyarakat. Seperti Car Free Day, penutupan jalan, penutupan toko dan mall, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata, serta penutupan usaha pariwisata.

Kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti resepsi pernikahan dan sunatan juga dilaksanakan secara terbatas, hanya dihadiri keluarga inti tanpa mengundang tamu.

Sebelumnya, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut, Kepolisian Resor Boyolali juga telah memberlakukan jam malam. Kebijakan tersebut dilakukan di wilayah dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

“Kalau seandainya masyarakat kita sudah menyadari untuk bahwasanya penting ini kerumunan ini untuk dihindari dan sudah tidak terjadi kerumunan, penutupan ini akan kita cabut,” jelas AKBP Morry Ermond, Kapolres Boyolali, dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu.

Rabu (23/6/2021) lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat strategis. Satu unit Water Canon milik Polres Boyolali serta dua kendaraan milik Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Rencananya, penyemprotan akan dilakukan hingga Jumat (2/7/2021) minggu depan.

“Untuk [titik penyemprotan] yang menjadi sasaran kita adalah tempat potensi kerumunan. Kita di lapangan sudah cek, di lokasi, beberapa hari yang lalu bahwa tempat kerumunan seringkali didatangi masyarakat adalah di Susu Tumpah (Monumen Susu Murni), Tiga Menara, dan di Simpang Siaga. Fokus kita ada di situ,” jelas Dono Rumekso, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali.

Selain melakukan penyemprotan, Dono mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan terus melaksanakan operasi yustisi berupa razia pemakaian masker serta edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan.

“Jadi setelah ada penyemprotan ini, masyarakat bisa sadar dan tetap protokol kesehatan yang diutamakan. Prokes ketat untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” jelas Dono dalam keterangan resminya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boyolali belajar di rumah
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top