Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Janji 15.000 Dosis Vaksin untuk Sragen. Belum Terealisasi

Sragen harus antre hanya untuk mendapatkan 510 vial atau 5.100 dosis vaksin dari Provinsi Jawa Tengah.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  14:53 WIB
Luhut Janji 15.000 Dosis Vaksin untuk Sragen. Belum Terealisasi
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, SRAGEN - Ketersediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sragen semakin menipis. Untuk mendapatkan vaksin Sinovac dan Moderna, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen harus antre hanya untuk mendapatkan 510 vial atau 5.100 dosis vaksin dari Provinsi Jawa Tengah.

Kepala DKK Sragen Hargiyanto mengatakan, 5.100 dosis vaksin yang diperoleh dari Provinsi Jawa Tengah tersebut akan digunakan untuk melakukan vaksinasi dosis kedua.

"Kita hanya dapat 510 vial Sinovac dan 1.000 vial Moderna untuk Polres Sragen," jelasnya, Senin (16/8/2021).

Menurutnya untuk mendapatkan vaksin tersebut harus melalui perjuangan yang cukup berat. Petugas DKK, harus antre sejak siang hingga malam.

"Vaksin tersebut langsung kami gunakan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua pada hari Sabtu (14/8)," ujarnya.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan, ketersediaan dan sulitnya untuk mendapatkan vaksin akan berdampak target pencapaian vaksinasi 75 persen yang dicanangkan Menko Luhut Pandjaitan akan sulit tercapai.

"Saat kunjungan kerja ke Sragen, Menko Marves berjanji akan mengirim 15.000 dosis. Tapi sampai saat ini tidak terealisasikan. Pasokan vaksin seret," katanya. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng sragen
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top