Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Vaksinasi Covid-19, Gibran: Kalau Ada Stok Kami Kebut, Kalau Tidak Ya Mengerem

Capaian program vaksinasi Covid-19 di Kota Solo, Jawa Tengah, tercatat mencapai 94 persen dari target.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 08 September 2021  |  17:57 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) menyerahkan
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) menyerahkan "uang fitrah" kepada anak yang mengikuti Salat Idulfitri di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (13/5/2021). JIBI - Solopos.com/Kurniawan

Bisnis.com, SOLO - Sebagai upaya untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan percepatan program vaksinasi.

Dengan percepatan vaksinasi itu diharapkan kekebalan kelompok atau herd immunity bisa segera terbentuk.

Di Kota Solo, Jawa Tengah, capaian vaksinasi diketahui sudah hampir 100 persen.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, percepatan program vaksinasi masih masih terus akan dilakukan.

Namun demikian, percepatan vaksinasi juga akan melihat stok vaksin yang tersedia. 

“Kalau ada stok ya, kami kebut. Kalau tidak ada ya sedikit mengerem. Kami sesuaikan. Vaksinnya masih Sinovac mayoritas. Jenis Moderna untuk dosis ketiga tenaga kesehatan (nakes). Bagi pelajar, kami cicil. Sabar dulu, ya. Semuanya pasti dapat. Tenang saja,” kata dia dilansir dari Solopos.com, Rabu (8/9/2021)..

Tercapai 94 persen

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, capaian vaksinasi di Kota Solo sejauh ini tercatat mencapai 94 persen.

Dari target sebanyak 417.151 sasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memvaksin 390.000an warga.

Jumlah itu disebut tak seluruhnya masyarakat Solo, tapi termasuk mereka yang beraktivitas di Solo namun tinggal di daerah sekitar.

“Kan itu tidak semuanya penduduk Solo. Artinya saya harus mengejar lebih banyak. Jangan dibilang selesai,” ungkapnya.

Terkait vaksin untuk pelajar, Ning sapaan akrabnya itu mengaku telah menyerahkannya kepada Dinas Pendidikan agar dilakukan pendataan setiap sekolah.

“Kalau dibebaskan penuh mendaftar via link, kami tidak tahu sekolah mana dan sekolah tidak tahu siapa muridnya yang sudah vaksin. Dengan cara ini jelas lewat Disdik, tidak mempersulit tapi untuk kebaikan siswa sendiri,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top