Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Program Poligami PKS, Setelah Jadi Polemik Akhirnya Dicabut

DPP PKS dikabarkan membuat program yang memperbolehkan kadernya untuk poligami guna membantu memberdayakan para janda dan anak yatim akibat pandemi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2021  |  21:12 WIB
Heboh Program Poligami PKS, Setelah Jadi Polemik Akhirnya Dicabut
Ilustrasi akad nikah - Pixabay
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengeluarkan program yang membolehkan kadernya untuk poligami.

Dalihnya, program tersebut dibuat sebagai bentuk kepedulian kader PKS terhadap persoalan sosial yang muncul akibat pandemi.

Pasalnya, selama wabah Covid-19 merebak itu dianggap banyak perempuan yang menjadi janda dan anak yatim.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Solo, Sugeng Riyanto saat dikonfirmasi membenarkan program tersebut.

“Lantas DPP dalam hal ini membuat kebijakan berorientasi kepada lini struktur bagaimana membuat upaya support para kader mulai pendataan sampai ekonomi. Lalu untuk kader ada unit pembinaan anggota,” terangnya dilansir dari Solopos, Kamis (30/9/2021).

Melalui program pembinaan anggota itu lah, menurut politikus PKS Solo itu, para kader yang sudah mampu diharapkan bisa poligami. Namun menurutnya poligami kader PKS diprioritaskan kepada para janda dari kalangan kader partai.

“Dilihat dari latar belakang dan kontekstual kekinian, problem yang harus diselesaikan internal dulu. PKS bertanggung jawab menyelesaikan problem kader. Secara internal ada tanggung jawab itu. Jadi internal dulu, baru merambah luar,” katanya.

Program poligami dicabut

Setelah program poligami tersebut menuai polemik di tengah masyarakat, DPP PKS akhirnya dikabarkan telah mencabutnya.

Ketua DPD PKS Solo, Daryono, membenarkan terkait pencabutan anjuran poligami bagi kader PKS.

Ia pun berharap ke depan DPP PKS bisa menghindari kebijakan-kebijakan yang akan menimbulkan polemik atau kontroversi di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

poligami

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top