Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Perdana Setelah Vakum Satu Dekade, Tembi Kirim 19 Ton Teh

Ekspor teh perdana ke Jepang merupakan hasil kerja sama dengan buyer dari MC Food, untuk jenis teh Broken Orange Pecco Fanning (BOPF) dengan volume mencapai 10 ton senilai Rp16,2 miliar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  09:27 WIB
Ekspor Perdana Setelah Vakum Satu Dekade, Tembi Kirim 19 Ton Teh
PT Tambi Wonosobo, kembali melakukan ekspor ke Jepang. - Antara/Dinas Kominfo Kab Wonosobo.

Bisnis.com, WONOSOBO - Perusahaan teh PT Tambi yang 51 persen sahamnya dikuasai Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali melakukan ekspor teh setelah lama berhenti mengirimkan produknya ke luar negeri karena sejumlah kendala.

"Setelah upaya adaptasi terhadap kebijakan ekspor sejumlah negara, akhirnya mampu mengirimkan kembali produk teh ke luar negeri, yaitu ke Jepang," kata Direktur Utama PT Tambi Suwito dalam siaran pers di Wonosobo, Rabu (13/10/2021).

Suwito menyebut ekspor perdana setelah vakum lebih dari 10 tahun itu bakal menjadi kran bagi terbukanya peluang ke sejumlah negara.

"Ekspor teh perdana ke Jepang merupakan hasil kerja sama dengan buyer dari MC Food, untuk jenis teh Broken Orange Pecco Fanning (BOPF) dengan volume mencapai 10 ton senilai Rp16,2 miliar," katanya.

Kesepakatan ekspor tersebut, menurut dia bakal berlanjut sampai bulan Mei 2022.

"Setelah penjualan ke Jepang, dalam waktu dekat kami juga ekspor ke beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Polandia, Rusia, Inggris, dan Jerman," katanya.

Ia mengakui ada berbagai tantangan yang dihadapi khususnya terkait dengan kebijakan masing-masing negara tujuan ekspor, di mana masing-masing negara menentukan standar dan persyaratan yang berbeda.

Menurut dia tantangan tersebut justru menjadi motivasi bagi PT. Tambi, sesuai dengan tagline PT. Tambi yaitu "Resilians And Sustainable" atau kemampuan beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit serta berkelanjutan.

"Termasuk teh yang akan diekspor oleh PT. Tambi ini merupakan buah dari terpenuhinya standar yang dipersyaratkan, yaitu harus bersertifikat "Rainforest Alliance" dan HACCP sebagai tanda telah menerapkan manajemen pertanian berstandar "Sustainable Agriculture Network’s (SAN)" dan telah lulus uji coba dari Eurofins-Jerman," katanya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menuturkan langkah maju PT Tambi layak diapresiasi dan terus didorong agar ke depan semakin semangat berkreasi dan berinovasi.

"Momentum luar biasa bagi PT Tambi dan Wonosobo karena ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan produk Wonosobo ke pasar internasional,katanya.

Afif menyampaikan dengan majunya PT Tambi akan membawa dampak baik bagi masyarakat dan Kabupaten Wonosobo.

Kemajuan yang telah dicapai PT Tambi menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan penerimaan pendapatan baik daerah maupun perusahaan melalui peningkatan kesejahteraan karyawan.

Selain juga memberikan deviden kepada Pemkab Wonosobo sekaligus sebagai salah satu upaya mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor jateng wonosobo teh

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top