Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lima Anak Bajang Potong Rambut Gimbal di Dieng

Permintaan anak-anak berambut gimbal tersebut sangat variatif, mulai jajanan, sepeda, hingga penampilan kesenian rewo-rewo.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 02 November 2021  |  15:50 WIB
Ayumna Arfiana Sadiah, salah satu peserta upacara pemotongan rambut gimbal dalam Dieng Culture Festival 2021, berfoto bersama keluarganya setelah diberikan sepeda sebagai syarat upacara. - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Ayumna Arfiana Sadiah, salah satu peserta upacara pemotongan rambut gimbal dalam Dieng Culture Festival 2021, berfoto bersama keluarganya setelah diberikan sepeda sebagai syarat upacara. - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, BANJARNEGARA – Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2021 memasuki puncak acara. Puncak acara berupa pemotongan rambut gimbal dilakukan pada hari kedua, Selasa (2/11/2021). Sebanyak lima anak berambut gimbal dipotong langsung oleh pemangku adat Dieng serta pejabat daerah setempat.

Masyarakat di Kawasan Dieng menyebut anak-anak dengan rambut gimbal alami tersebut sebagai anak bajang. Dalam prosesi pemotongan rambut gimbal tersebut, orang tua anak bajang mesti mengabulkan permintaan si anak. Hal tersebut jadi syarat yang mesti dipenuhi agar rambut gimbal anak bajang tidak tumbuh kembali.

Ayumna Arfiana Sadiah, misalnya, meminta sepeda sebagai syarat mengikuti upacara pemotongan rambut gimbal. Gadis tersebut memiliki rambut gimbal sejak usia 2 tahun. Itupun hanya sebagian kecil, tidak tumbuh sepenuhnya.

Namun, Tursiyah orang tuanya, dengan ikhlas mengabulkan permintaan si anak agar upacara pemotongan rambut gimbal bisa berjalan sukses. “Dia gak ngambek saat minta sepeda. Cuma sebelum tumbuh rambut gimbal, pasti sakit-sakitan. 1 bulan bisa 3 kali demam, sampai 40 derajat suhunya,” jelasnya saat diwawancarai Bisnis.

Uniknya, warga Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara tersebut dulunya juga memiliki rambut gimbal. “Jaman dulu belum tahu ada cukuran rambut gimbal di Dieng. Jadi orang tua saya potong sendiri dengan adat Jawa di rumah. Dulu saya mintanya kasur. Pernah dibohongi bapak, dikasih gunting saja, tapi gimbalnya keluar lagi,” ucap Tursiyah.

Selain Ayumna, Syaqiera Arana Maritsa juga meminta sepeda kepada orang tuanya.Ada pula Noor Asyifa Aulia Putri. Permintaannya sederhana, hanya ingin dibelikan jajanan dan digendong bapaknya. Asyifa sendiri jadi satu-satunya anak bajang yang berasal dari luar Banjarnegara. Sebab, keluarganya kini tinggal di Kecamatan Pundong, Bantul, DI Yogyakarta.

Permintaan unik juga datang dari Alwi Arrobi Fahat. Satu-satunya anak laki-laki yang dipotong rambutnya dalam gelaran DCF 2021 ini meminta pertunjukan kesenian rewo-rewo. Sementara Ponita Alisya, anak bajang dari Kabupaten Wonosobo, hanya meminta dipotong rambutnya di Kawasan Dieng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng dieng wonosobo
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top