Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sultan Hamengku Buwono X Meminta Kesadaran Masyarakat, Ini Soalnya

Menurut Sultan, belum tercapainya target November 100 persen warga DIY tervaksin dosis pertama karena beberapa kendala.
Jumali
Jumali - Bisnis.com 22 November 2021  |  15:25 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat tiba di di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kabupaten Sleman untuk meninjau proses vaksinasi dan peresmian KRL di Yogyakarta, Minggu (28/2/2021). - Antara.
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat tiba di di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kabupaten Sleman untuk meninjau proses vaksinasi dan peresmian KRL di Yogyakarta, Minggu (28/2/2021). - Antara.

Bisnis.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menargetkan vaksinasi baik dosis pertama maupun dosis kedua di wilayahnya selesai sebelum Januari 2022. Sejauh ini sejumlah usaha terus dilakukan oleh Pemda DIY agar target tersebut cepat tercapai.

"Target saya dosis pertama, Desember harus selesai. Dosis kedua, harapan sebelum Januari [Januari 2022], harapan kami sudah selesai. Lebih cepat, lebih baik," kata Sultan, Senin (22/11/2021).

Menurut Sultan, belum tercapainya target November 100 persen warga DIY tervaksin dosis pertama karena beberapa kendala. Salah satunya adalah keberadaan lansia dan difabel di dua kabupaten di DIY yakni Kulonprogo dan Gunungkidul yang membutuhkan penanganan khusus.

"Dosis pertama kan sudah 96 persen, Desember bisa selesai. Memang problemnya di Gunungkidul dan Kulonprogo, karena orang tua dan difabel harus didatangi, wilayahnya pegunungan. Ya, memang kondisi geografisnya begitu," terang Sultan.

Sementara untuk dosis kedua, Sultan meminta kesadaran masyarakat. Di mana, jika memang sudah waktunya harus menerima suntikan dosis kedua, maka harus mendatangi tempat vaksinasi dan dilakukan vaksinasi.

"Masyarakat juga jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin itu kan untuk membangun imunitas, jadi jangan pilih-pilih," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi mengatakan hingga Sabtu (20/11), capaian vaksinasi dosis pertama di DIY mencapai 95,61 persen. Artinya ada sebanyak 4,39 persen penduduk di DIY belum divaksin dosis pertama. Mereka yang belum divaksin rata-rata adalah kelompok lansia dan menempati wilayah pelosok.

"Selain itu juga ada warga yang masih enggan divaksin dan pilih-pilih vaksin. Untuk kelompok lansia dan menempati wilayah pelosok, dalam minggu depan, sudah ada yang akan mendatangi [vaksinasi door to door]. Sedangkan yang enggan divaksin dan pilih-pilih vaksin akan kami edukasi," katanya.

Dengan kondisi tersebut, kata Sumadi, maka target 100 persen warga DIY tervaksin dosis pertama pada akhir November tidak tercapai. Pemda DIY menargetkan, 100 persen warga DIY telah divaksin dosis pertama pada Desember mendatang.

"Selain itu, kemarin kami juga minta kepada Diskominfo DIY untuk mengecek data, dari sekian yang divaksin, ada berapa yang benar-benar warga DIY," sambungnya.

Sementara berdasarkan data di Dinkes DIY, dari 2,8 juta sasaran vaksinasi dosis pertama yang telah terealisasi 95,61 persen, Kota Jogja menempati urutan pertama realisasi vaksinasi. Kota Jogja mencatatkan capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 100 persen, Sleman sebesar 89,52 persen, Kulonprogo sebesar 84,57 persen, Bantul sebesar 81,27 persen dan Gunungkidul sebesar 77,05 persen.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta diy sri sultan hamengkubuwono Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top