Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekomendasi Epidemiolog Terkait Antisipasi Penyebaran Omicron

Kendati perlu meningkatkan kewaspadaan namun masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  07:21 WIB
Warga Negara Asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). Pemerintah melarangan WNA dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong untuk masuk ke Indonesia guna mencegah Omicron dan mewajibkan karantina selama 14 hari bagi penumpang yang berkunjung dari negara tersebut, sedangkan penumpang dari selain negara tersebut wajib karantina selama tujuh hari. - Antara/Fauzan.
Warga Negara Asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). Pemerintah melarangan WNA dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong untuk masuk ke Indonesia guna mencegah Omicron dan mewajibkan karantina selama 14 hari bagi penumpang yang berkunjung dari negara tersebut, sedangkan penumpang dari selain negara tersebut wajib karantina selama tujuh hari. - Antara/Fauzan.

Bisnis.com, PURWOKERTO - Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran varian baru Covid-19 Omicron.

"Guna menyikapi terdapatnya temuan kasus varian baru Covid-19 Omicron di Tanah Air maka masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan patuh terhadap protokol kesehatan," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (16/12/2021).

Pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut menambahkan kendati perlu meningkatkan kewaspadaan namun masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan.

"Perlu waspada namun jangan panik, melainkan tetap disiplin menggunakan masker, tetap menjaga jarak, tetap menjauhi kerumunan, cuci tangan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah perlu terus menggencarkan kampanye terkait penguatan protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Upaya cegah tangkal dan pengawasan di pintu masuk juga harus terus diperketat," katanya.

Selain itu, dia juga kembali mengingatkan perlunya mengantisipasi kerumunan masyarakat pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

Terkait hal tersebut, kata dia, tentunya masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung upaya pengendalian Covid-19.

"Masyarakat perlu berperan aktif dengan tetap memperkuat protokol kesehatan dan jika bisa membatasi mobilitas serta tidak berkerumun. Dengan pengendalian mobilitas masyarakat diharapkan upaya pengendalian Covid-19 akan berjalan optimal," katanya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pawai atau arak-arakan saat merayakan pergantian malam Tahun Baru 2022 .

"Intinya adalah tetap menjaga jarak dan mencegah terjadinya kerumunan guna mengurangi risiko terpapar Covid-19. Jika harus mengunjungi ruang publik maka perlu mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Selain itu dia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan whole genome sequencing guna mendeteksi dini potensi varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di Indonesia.

"Pemeriksaan whole genome sequencing atau WGS perlu ditingkatkan untuk melacak dan mendeteksi mutasi virus," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng unsoed Covid-19 omicron

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top